Bisnis minuman kekinian memang terlihat menjanjikan, apalagi kalau brand-nya sudah sebesar Mixue. Gerai es krim dan minuman asal China ini bahkan dikenal sebagai salah satu jaringan makanan dan minuman terbesar di dunia. Hampir di setiap sudut kota, outlet-nya mudah ditemukan, termasuk di Indonesia.
Namun, besarnya nama sebuah brand ternyata gak selalu berarti semua gerainya berjalan mulus, lho. Dilansir VnExpress, baru-baru ini, Mixue dilaporkan menutup ratusan gerai luar negeri sepanjang tahun lalu. Indonesia dan Vietnam menjadi dua negara yang paling terdampak dari langkah efisiensi tersebut.
Meski begitu, penutupan ini bukan berarti bisnisnya sedang runtuh. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat operasional jangka panjang. Jadi, bukan sekadar tutup gerai, melainkan penataan ulang bisnis supaya tetap stabil.
Lalu, kenapa Indonesia dan Vietnam menjadi sorotan utama? Apa sebenarnya strategi yang sedang dijalankan Mixue? Berikut penjelasannya.
