Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KM Kelud yang dijadikan hotel terapung gratis untuk 1.700 penonton MotoGP Mandalika (Dok. PT. Pelni)
KM Kelud yang dijadikan hotel terapung gratis untuk 1.700 penonton MotoGP Mandalika (Dok. PT. Pelni)

Intinya sih...

  • PELNI melakukan perawatan kapal untuk angkutan Lebaran 2026

  • Persiapan mengantisipasi cuaca ekstrem dan meningkatkan ketepatan waktu operasional kapal

  • PELNI berhasil mengangkut 542.339 penumpang selama Nataru, diprediksi akan naik saat angkutan Lebaran 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI telah menyelesaikan perawatan kapal atau maintenance untuk menghadapi angkutan Lebaran 2026.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani mengatakan proses perawatan telah diselesaikan sejak Oktober 2025 lalu. Kemudian, kapal langsung disiapkan untuk angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), serta untuk menyambut angkutan Lebaran 2026.

“Kita sudah mengantisipasi itu dengan melakukan pemeliharaan perawatan kapal yang annual yang tahunan itu kita sudah lakukan semua kemarin di bulan Oktober,” ucap Tri Andayani yang kerap disapa Anda di Jakarta, dikutip Jumat (23/1/2026).

1. PELNI antisipasi cuaca ekstrem

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI, Tri Andayani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Anda mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi cuaca ekstrem menjelang angkutan Lebaran 2026. Salah satu bentuk antisipasinya ialah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pelabuhan dan dermaga.

“Kita intervensi kondisi dari dermaga, kita ya kondisi dari pelabuhan, dan kondisi dari kapal itu sendiri. Itu yang controllable. Kalau kondisi dari pelabuhan itu tentu controllable teman-teman pengelola pelabuhan, artinya sinergi kolaborasi antara kami operator kapal dengan para pengelola pelabuhan ini harus lebih intensif,” ucap Anda.

2. Optimalkan operasional kapal buat tingkatkan ketepatan waktu operasi

Kamar kelas ekonomi di KM Kelud (Dok. Pelni)

PELNI juga berupaya meningkatkan ketepatan waktu dalam operasional kapalnya. Caranya dengan berkoordinasi untuk mengurangi penumpukan kapal di dermaga dan saat proses pengisian bahan bakar serta air tawar.

“Kita minta bisa mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan nanti, dan BPH Migas untuk menambah titik-titik pengisian lagi di tempat yang lain,” ujar Anda.

Untuk optimalisasi operasional kapal, PELNI akan memaksimalkan ketersediaan kapal di wilayah tengah dan barat Indonesia selama priode angkutan Lebaran.

“Kalau Lebaran itu yang padat itu di tengah dan barat, kalau Nataru di tengah dan timur. Nah, sehingga kapal kapal-kapal yang dari kapal-kapal yang bisa dialihkan dari timur itu untuk membantu ke arah di tengah dan di barat itu kami perbantukan,” tutur Anda.

3. PELNI angkut 542 ribu penumpang di libur Nataru

Program mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut yang diselenggarakan Kemenhub dan PT PELNI. (dok. PELNI)

Selama periode angkutan Nataru kemarin, PELNI mengangkut 542.339 penumpang, atau 98 persen dari proyeksi. Angka itu diprediksi naik pada masa angkutan Lebaran 2026.

“Persiapan kita itu apa namanya kurang lebih sama gitu ya. Artinya apa yang menjadi concern kita bahwa karena jumlah kapal kita yang terbatas apalagi lebaran ya itu karena negara kita juga mayoritas muslim sehingga pasti yang ingin ingin mudik gitu ke kampung halamannya juga dalam jumlah yang banyak,” ujar Anda.

Editorial Team