Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Negara Penghasil Perak Terbesar Dunia, Peluang Emas Investor!
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Intinya sih...

  • Meksiko menjadi produsen perak terbesar dunia pada 2024 dengan volume produksi sekitar 6.300 metrik ton.

  • China menempati posisi kedua dengan produksi perak mencapai 3.300 metrik ton pada 2024.

  • Peru menghasilkan sekitar 3.100 metrik ton perak pada 2024, meski kontribusinya masih di bawah tembaga.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu tertarik berinvestasi di sektor komoditas? Selain emas, perak bisa jadi pilihan yang menarik, lho! Mengapa? Karena perak memiliki peran ganda, baik sebagai aset safe-haven (lindung nilai) maupun bahan industri penting.

Namun, menurut data dari US Geological Survey (USGS), produksi perak global pada 2024 justru sedikit menurun meski permintaannya meningkat. Data ini diperkuat oleh informasi dari Mining Data Online (MDO) dan basis data UN Comtrade. Menariknya, sebagian besar perak dunia diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan logam lain seperti tembaga dan seng.

Nah, untuk membuat keputusan investasi yang cerdas, kamu perlu tahu di mana saja perak itu berasal. Lokasi produksi bisa memberi petunjuk tentang stabilitas politik, kebijakan pertambangan, dan kualitas deposit.

Jadi, yuk simak daftar 10 negara penghasil perak terbesar di dunia ini. Siapa tahu kamu bisa menemukan peluang emas di balik logam putih ini!

1. Meksiko

ilustrasi Mexico City, Meksiko (unsplash.com/Bhargava Marripati)

Meksiko menjadi produsen perak terbesar dunia pada 2024 dengan volume produksi sekitar 6.300 metrik ton. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding negara peringkat kedua.

Perak sudah ditambang di wilayah ini sejak ratusan tahun lalu dan menjadi tulang punggung sektor pertambangan nasional. Tingginya produksi mencerminkan lingkungan tambang yang relatif ramah bagi investor.

2. China

ilustrasi Guangzhou, China (unsplash.com/Max Zhang)

China menempati posisi kedua dengan produksi perak mencapai 3.300 metrik ton pada 2024. Sebagian besar perak dihasilkan sebagai produk sampingan dari tambang timbal, seng, tembaga, serta emas.

Penurunan kadar bijih di tambang lama membuat produksinya sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, skala industrinya tetap memberi pengaruh besar pada pasokan global.

3. Peru

ilustrasi negara Peru (unsplash.com/Willian Justen de Vasconcellos)

Peru menghasilkan sekitar 3.100 metrik ton perak pada 2024. Perak menjadi komoditas penting meski kontribusinya masih di bawah tembaga.

Produksi banyak bergantung pada aktivitas tambang tembaga skala besar. Faktor sosial dan kualitas bijih sering memengaruhi kestabilan output tahunan negara ini.

4. Bolivia

ilustrasi negara Bolivia (unsplash.com/Matan Levanon)

Bolivia mencatat produksi perak sekitar 1.300 metrik ton dalam setahun. Perak berperan besar dalam struktur ekspor mineral nasional.

Aktivitas tambang utama terkonsentrasi di wilayah dataran tinggi. Fluktuasi produksi biasanya dipengaruhi kondisi operasional serta perubahan pengelolaan tambang.

5. Poland

ilustrasi negara Polandia (unsplash.com/Lucas Albuquerque)

Polandia juga menghasilkan 1.300 metrik ton perak pada 2024. Produksi ini sebagian besar berasal dari tambang tembaga sebagai hasil sampingan.

Meski volumenya di bawah tiga besar, cadangan peraknya termasuk yang terbesar di dunia. Stabilitas industri membuat Polandia konsisten berada di jajaran produsen utama.

6. Chili

ilustrasi negara Chile atau Chili (unsplash.com/Torres del Paine Arcoíris)

Negara Chili memproduksi sekitar 1.200 metrik ton perak dalam satu tahun. Hampir seluruh produksinya berasal dari tambang tembaga.

Ketika sektor tembaga mengalami penurunan, produksi perak ikut terdampak. Ketergantungan tersebut membuat output peraknya cukup sensitif terhadap kondisi pasar logam dasar.

7. Russia

ilustrasi negara Rusia (unsplash.com/Random Institute)

Rusia mencatat produksi perak sekitar 1.200 metrik ton pada 2024. Tambang perak tersebar di beberapa wilayah dengan kondisi geografis menantang.

Perubahan struktur kepemilikan tambang sempat memengaruhi produksi nasional. Meski menghadapi hambatan eksternal, kontribusi Russia tetap signifikan secara global.

8. United States

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Mylo Kaye)

Amerika Serikat (AS) menghasilkan sekitar 1.100 metrik ton perak per tahun. Produksi berasal dari tambang perak murni serta hasil sampingan tambang emas dan logam dasar.

Perak ditambang di lebih dari 10 negara bagian. Sebagian besar hasil produksinya digunakan untuk kebutuhan domestik.

9. Australia

ilustrasi Australia (unsplash.com/Caleb)

Australia memproduksi sekitar 1.000 metrik ton perak pada 2024. Produksi perak berasal dari tambang timbal, seng, dan emas.

Permintaan dalam negeri cukup tinggi untuk sektor industri dan investasi. Stabilitas ekonomi membuat sektor tambangnya relatif konsisten.

10. Kazakhstan

ilustrasi negara Kazakhstan (unsplash.com/Tim Broadbent)

Kazakhstan menghasilkan sekitar 1.000 metrik ton perak dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2020. Produksi melonjak seiring masuknya investasi besar di sektor pertambangan.

Perak menjadi bagian penting dari ekspor mineral negara ini. Pertumbuhan tersebut membuat Kazakhstan makin diperhitungkan di pasar global.

Jadi, itulah 10 negara yang menjadi raksasa produksi perak dunia berdasarkan volume tambang terkini. Lewat daftar ini, kamu bisa melihat bahwa investasi perak bukan cuma soal naik-turunnya harga, tapi juga dipengaruhi dinamika negara produsen, kebijakan pertambangan, serta kondisi industri logam dasar.

Informasi tersebut memberi gambaran lebih utuh tentang arah pasokan global. Dengan pemahaman ini, peluang investasi bisa dibaca lebih jernih. Tetap lakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan, supaya langkahmu benar-benar memberi hasil berkilau di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team