Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Negara Sumber Minyak Terbesar di Dunia, Venezuela Nomor 1

ilustrasi bendera Venezuela (Pexels.com/aboodi vesakaran)
ilustrasi bendera Venezuela (Pexels.com/aboodi vesakaran)
Intinya sih...
  • Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, dengan 304 miliar barel, mengalahkan negara-negara Timur Tengah dan AS.
  • Venezuela juga memiliki cadangan heavy oil terbesar di dunia yang diincar oleh AS, dengan lebih dari 100 kilang minyak.
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan niatnya untuk mengincar minyak Venezuela dan memperbaiki industri minyak tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Venezuela menjadi negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA) yang dikutip dari tayangan berita SkyNews, Selasa (6/1/2025), Venezuela memiliki cadangan minyak hingga 304 miliar barel. Cadangan itu mengalahkan negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Iran, Iraq, Uni Emirat Arab (UEA), dan Libya.

Kapasitas sumber minyak mentah yang masih tersedia di Venezuela juga melampaui AS, Kanada, dan Rusia. Berikut rinciannya.

1. AS duduki peringkat ke-9

Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AS). (unsplash.com/Aaron Burden)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AS). (unsplash.com/Aaron Burden)

Berikut daftar 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia:

  1. Venezuela 304 miliar barel
  2. Arab Saudi 267 miliar barel
  3. Iran 209 miliar barel
  4. Irak 201 miliar barel
  5. Kanada 170 miliar barel
  6. Uni Emirat Arab (UEA) 113 miliar barel
  7. Kuwait 102 miliar barel
  8. Rusia 80 miliar barel
  9. Amerika Serikat (AS) 74 miliar barel
  10. Libya 50 miliar barel.

2. Venezuela punya cadangan heavy oil yang diincar AS

Kilang minyak di Venezuela. instagram.com/perfoblogger/
Kilang minyak di Venezuela. instagram.com/perfoblogger/

Selain menjadi negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia, Venezuela juga menjadi negara yang memiliki cadangan minyak dengan densitas kental (heavy oil) terbesar. Selain Venezuela, ada Kanada dan Rusia yang memiliki cadangan heavy oil terbesar di dunia. Tingkat densitas itu menunjukkan perbedan kandungan sulfur, mulai dari rendah untuk light oil, sedang untuk medium oil, dan padat atau kental untuk heavy oil.

Kekayaan Venezuela itu yang menjadi sorotan AS. Negeri Paman Sam itu menjadi salah satu negara dengan jumlah kilang minyak terbanyak di dunia. Jumlahnya melebihi 100 kilang. Berdasarkan analisis SkyNews, kilang-kilang di AS sebagian besar dirancang untuk mengolah heavy oil.

Adapun kilang-kilang dengan kapasitas besar di AS terletak di wilayah Utara dekat dengan Kanada, dan juga di wilayah Selatan, dekat dengan Venezuela. Pada 1970-an, impor heavy oil AS hanya 12 persen dari total impor minyak mentah. Namun, per 2025, impor minyak mentah yang dilakukan AS, 70 persennya adalah heavy oil.

3. Trump nyatakan niat incar minyak Venezuela

Donald Trump-Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jumpa pers terkait serangan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). (Youtube/The White House)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump juga sudah membeberkan niatnya terkait mengincar minyak mentah Venezuela. Dia menyatakan, Venezuela pernah menyebabkan kerugian terhadap AS dalam sektor perminyakan.

“Mereka mengambil semua properti kita, itu adalah properti kita, kita yang membangunnya. Dan kita tidak pernah memiliki presiden yang memutuskan untuk melakukan apa pun tentang hal itu. Sebaliknya, mereka berperang di tempat yang berjarak 10 ribu mil,” kata Trump dalam konferensi pers, Sabtu (3/1/2026).

Trump mengklaim, AS telah membangun industri minyak Venezuela dengan para ahli dari negaranya. Namun, dia menyebut Venezuela mencuri dari AS dengan kekerasan.

“Ini merupakan salah satu perampasan aset Amerika terbesar dalam sejarah negara kita,” tutur Trump.

Atas hal tersebut, Trump menyatakan niatnya untuk bertindak. Menurutnya, belum pernah ada Presiden AS yang bertindak selain dirinya.

“Venezuela secara sepihak menyita dan menjual minyak Amerika, aset Amerika, dan platform Amerika, yang merugikan kita miliaran dolar yang telah mereka berikan kepada kita beberapa waktu lalu. Tetapi kita tidak pernah memiliki presiden yang melakukan apa pun tentang hal itu,” tutur Trump.

Trump sendiri menyebutkan gagal mengelola industri perminyakannya meski punya cadangan yang yang besar.

“Seperti yang semua orang tahu, bisnis minyak di Venezuela telah gagal total untuk waktu yang lama. Mereka hampir tidak memompa apa pun dibandingkan dengan apa yang seharusnya bisa mereka pompa dan apa yang seharusnya bisa terjadi,” ujar Trump.

Dia mengatakan, perusahaan minyak AS bakal masuk ke Venezuela dan memperbaiki industri tersebut. Dengan pede dia menyatakan akan membuat Venezuela kaya.

“Kita akan meminta perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk dan menghabiskan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” tutur Trump.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Pekerjaan yang Bisa Kamu Lakukan Saat Kepepet Butuh Uang

08 Jan 2026, 23:00 WIBBusiness