Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca dagang Indonesia pada Desember 2025 mengalami surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS, menandai 68 bulan berturut-turut neraca perdagangan positif sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan surplus ini terutama didorong oleh kinerja komoditas non-migas yang tercatat surplus 4,60 miliar dolar AS.
Beberapa komoditas yang berkontribusi besar terhadap surplus tersebut antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
"Penyumbang utama surplus pada Desember 2025 adalah lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," kata Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/2/2026).
