Ilustrasi transaksi QRIS memudahkan layanan keuangan digital (IDN Times/ Feny Maulia Agustin)
Vicky menambahkan, pihaknya menargetkan inovasi QRIS Antarnegara dapat langsung dimanfaatkan oleh pelaku usaha di lapangan.
“Pembayaran digital kini telah menjadi infrastruktur utama, bukan lagi sekadar pelengkap. Fokus kami adalah memastikan teknologi ini benar-benar digunakan oleh merchant,” jelasnya.
Ke depan, Netzme juga bersiap memperluas implementasi melalui agenda grand launching QRIS antarnegara Indonesia–China yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada Juni 2026. Perseroan akan terus mengikuti perkembangan ekosistem, arahan regulator, serta integrasi dengan mitra pembayaran global guna memperluas jangkauan layanan.
“Melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox, kami ingin memastikan proses pembayaran tetap sederhana, transaksi tercatat rapi, dan pengalaman pelanggan semakin lancar,” ucap Vicky.
Implementasi ini hadir di tengah pertumbuhan pesat penggunaan QRIS di dalam negeri. Bank Indonesia mencatat jumlah merchant QRIS telah mencapai 44 juta, mayoritas merupakan UMKM, dengan total pengguna sebanyak 61,7 juta hingga triwulan I 2026.
Dari sisi transaksi lintas negara, QRIS inbound tercatat sebanyak 2,79 juta transaksi dengan nilai Rp713,59 miliar. Sementara outbound mencapai 737.647 transaksi senilai Rp249,26 miliar.