Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nike Pangkas 775 Pekerja AS demi Dorong Otomatisasi
Logo Nike (unsplash.com/wu yi)

Intinya sih...

  • Nike PHK 775 karyawan AS, fokus di pusat distribusi

  • Pemangkasan untuk dorong profitabilitas dan efisiensi jangka panjang

  • Otomatisasi dan AI dorong PHK Nike di AS

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan perlengkapan olahraga Nike mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 775 karyawan di Amerika Serikat (AS), pada Senin (26/1/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat otomatisasi proses bisnis serta meningkatkan profitabilitas perusahaan di tengah perubahan industri ritel global.

PHK tersebut terutama berdampak pada karyawan yang bekerja di pusat distribusi Nike yang berlokasi di Tennessee dan Mississippi. Menurut perusahaan, keputusan ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang berfokus pada efisiensi operasional dan adaptasi terhadap teknologi baru di bidang logistik dan rantai pasok.

1. Nike lakukan PHK 775 karyawan di AS untuk tingkatkan efisiensi dan otomatisasi

Nike mengumumkan PHK terhadap 775 karyawan di AS, terutama yang bekerja di pusat distribusi perusahaan di Tennessee dan Mississippi, tempat Nike mengoperasikan fasilitas pergudangan besar.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan proses bisnis dan meningkatkan fleksibilitas operasional. Pemangkasan ini menambah pengurangan sekitar 1.000 posisi korporat yang dilakukan Nike pada musim panas tahun lalu.

“Kami menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat dan menyederhanakan operasi kami agar bergerak lebih cepat, beroperasi dengan disiplin lebih besar, dan melayani atlet serta konsumen lebih baik," menurut pernyataan Nike, dilansir CNBC.

Perusahaan juga menegaskan fokusnya pada optimalisasi rantai pasok global dengan mempercepat penerapan teknologi canggih dan otomatisasi guna meningkatkan efisiensi di seluruh operasionalnya.

2. Nike pangkas karyawan untuk dorong profitabilitas dan efisiensi jangka panjang

Nike mengumumkan PHK karyawan di AS sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan profit berkelanjutan jangka panjang dan meningkatkan margin keuntungan EBIT. Di bawah kepemimpinan CEO Elliott Hill, perusahaan berusaha memulihkan kinerja setelah mengalami penurunan penjualan dan margin keuntungan akibat strategi penjualan langsung yang sebelumnya membebani kapasitas gudang.

Laporan keuangan Nike untuk kuartal kedua fiskal Desember 2025 menunjukkan penurunan laba bersih sebesar 32 persen, yang disebabkan oleh tarif impor, biaya restrukturisasi, serta perlambatan pasar di China.

“Tindakan kami untuk mengonsolidasikan jejak operasional terutama memengaruhi operasi distribusi AS, dirancang untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan fleksibilitas, dan membangun operasi yang lebih responsif, tangguh, bertanggung jawab, dan efisien," kata juru bicara Nike, dilansir Fox Business.

Analis Morningstar, David Swarz, menilai langkah pemangkasan ini tidak mengejutkan, mengingat tren penjualan Nike yang berada di bawah normal selama dua tahun terakhir.

3. Otomatisasi dan AI dorong PHK Nike di AS

Pemangkasan pekerjaan di pusat distribusi Nike mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan AS, di mana penerapan akal imitasi (AI) dan otomatisasi mulai menggantikan sejumlah posisi di sektor pergudangan. Tahun lalu, perusahaan logistik UPS juga mengumumkan pemotongan sekitar 48 ribu posisi akibat peningkatan otomatisasi dalam operasi mereka.

Meski demikian, belum diketahui sejauh mana Nike akan memperluas penggunaan otomatisasi di fasilitas distribusinya serta berapa besar kontribusinya terhadap pemangkasan 775 posisi kali ini.

Langkah ini sejalan dengan rencana restrukturisasi bertajuk “Win Now” yang digagas CEO Elliott Hill, untuk mengembalikan pertumbuhan pendapatan setelah menghadapi tekanan dari para pesaing di pasar global. Berdasarkan laporan tahunan terbaru, Nike memiliki sekitar 77.800 karyawan di seluruh dunia, dan pemangkasan kali ini mencakup sekitar 1 persen dari total tenaga kerja tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team