Jakarta, IDN Times - Komoditas nikel masih menjadi primadona di mata investor. Sepanjang kuartal I-2026, realisasi investasi dari hilirisasi nikel mencapai Rp41,5 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, realisasi investasi dari hilirisasi nikel lebih besar daripada komoditas mineral lainnya.
“Nikel ini kita 42 persen cadangan di dunia, itu adanya di Indonesia. Nah tentunya membuat nikel menjadi masih penunjang FDI (foreign direct investment) terbesar yang masuk ke Indonesia,” kata Rosan dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
