Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nikel Masih Jadi Primadona bagi Investor, Tarik Investasi Rp41 Triliun
Ilustrasi Pengolahan Nikel (vale.com)
  • Nikel tetap jadi magnet utama investasi dengan realisasi Rp41,5 triliun pada kuartal I-2026, menyumbang porsi terbesar dari total investasi mineral di Indonesia.
  • Total investasi hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun dan keseluruhan hilirisasi tumbuh 8,2 persen menjadi Rp147,5 triliun, mencakup hampir sepertiga total investasi nasional.
  • Pemerintah memproyeksikan peningkatan signifikan pada investasi bauksit, sementara sektor migas juga mencatat realisasi hilirisasi sebesar Rp17,7 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komoditas nikel masih menjadi primadona di mata investor. Sepanjang kuartal I-2026, realisasi investasi dari hilirisasi nikel mencapai Rp41,5 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, realisasi investasi dari hilirisasi nikel lebih besar daripada komoditas mineral lainnya.

“Nikel ini kita 42 persen cadangan di dunia, itu adanya di Indonesia. Nah tentunya membuat nikel menjadi masih penunjang FDI (foreign direct investment) terbesar yang masuk ke Indonesia,” kata Rosan dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

1. Investasi hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun

Potret area kerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Dok. PTBA)

Adapun di komoditas mineral lainnya, nilai investasi di hilirisasi tembaga mencapai Rp20,7 triliun, besi bada Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, timah Rp2,5 triliun, dan komoditas mineral lainnya (pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, aspal buton, dan logam tanah jarang) mencapai Rp2,9 triliun.

Total investasi dari hilirisasi mineral itu mencapai Rp98,3 triliun. Adapun investasi hiliriasi secara keseluruhan mencapai Rp147,5 triliun, tumbuh 8,2 persen dibandingkan kuartal I-2025. Capaian dari hilirisasi itu mencakup 29,6 persen dari total realisasi investasi di kuartal I-2026.

2. Tren investasi bauksit diprediksi meningkat

Tambang bauksit PT Aneka Tambang (Antam) di Kecataman Tayan, Kalimantan Barat (Kalbar). (dok. Kementerian ESDM)

Rosan memprediksi, investasi dari hilirisasi bauksit akan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya.

“Karena investasi di bauksit untuk hilirisasinya kita lihat sudah mulai baru berjalan, ada beberapa. Jadi saya melihatnya nanti bauksit juga akan meningkat cukup signifikan,” ucap Rosan.

3. Investasi hilirisasi migas tembus Rp17,7 triliun

ilustrasi kilang minyak dan gas bumi (dok. PGN Saka)

Selain komoditas mineral, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan realisasi investasi dari hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) mencapai Rp17,7 triliun, dengan rincian hilirisasi minyak bumi Rp13,6 triliun, dan gas bumi Rp4,1 triliun.

Kemudian, hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan Rp29,8 triliun, serta di sektor perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.

Editorial Team