Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_6741.jpeg
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • SDM Malaysia lebih unggul

  • Kualitas SDM Indonesia perlu ditingkatkan, terutama dalam sektor digital dan teknologi.

  • Purbaya sebut iklim investasi RI masih berantakan

  • Iklim investasi Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

  • Sistem perizinan terpadu belum menyelesaikan masalah di lapangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi skala dunia, NVIDIA dikabarkan memilih ekspansi atau berinvestasi di Malaysia ketimbang Indonesia. Hal itu sebelumnya telah disoroti oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akhirnya buka suara. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan mengatakan Indonesia memang sebelumnya menjadi pertimbangan.

"Kalau yang saya sempat dengar bahwa mereka memilih Malaysia, salah satunya karena mereka mendata berapa master, berapa PhD yang tersedia di Indonesia dan di Malaysia sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Nurul di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

1. SDM Malaysia lebih unggul

Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia (IDN Times/Sunariyah)

Nurul mengakui, kualitas SDM Indonesia perlu ditingkatkan. Dalam sektor digital dan teknologi, pemerintah akan mendorong peningkatan SDM berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

"Nah yang harus kita coba cermati ke depan adalah bagaimana baik pemerintah, maupun universitas-universitas negeri dan swasta tidak mengedepankan memproduksi sumber daya manusia yang tidak relevan dengan kebutuhan industri ke depan, yang notabene didukung oleh penguasaan teknologi," tutur Nurul Ichwan.

3. Purbaya sebut iklim investasi RI masih berantakan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung BEI Jakarta. (IDN Times/Pitoko)

Sebelumnya, Purbaya mengatakan iklim investasi Indonesia masih berantakan, sehingga tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

"Sekarang kita sama Vietnam kalah, sama Thailand kalah, sama Singapura kalah, sama Malaysia kalah dalam hal menarik investasi. Kemarin, Nvidia, baru pilih Johor dibanding Indonesia," kata Purbaya dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2025, dikutip Selasa (2/12/2025).

Meskipun pemerintah telah menerapkan sistem perizinan terpadu, Purbaya menyoroti masalah di lapangan tidak kunjung selesai. Jika masalah sudah tuntas, perekonomian Indonesia seharusnya sudah melaju pesat dan investasi bisa berjalan kencang.

"Iklim investasi kita masih berantakan. Betul kan? One single, one stop service, tapi gak kelar-kelar. Eh, boleh ngomong gini gak ya? Kalau nggak kita udah lari ekonominya, investasi udah ngebut," ucap Purbaya.

Editorial Team