Jakarta, IDN Times - Raksasa perangkat lunak Oracle dikabarkan tengah bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap puluhan ribu karyawannya. Langkah itu diambil di tengah tekanan finansial.
Perusahaan menghadapi tekanan yang kian memuncak akibat investasi besar-besaran perusahaan dalam membangun pusat data berbasis akan imitasi (AI).
Dilansir Fox Business, Oracle berpotensi memangkas sekitar 20 ribu hingga 30 ribu posisi. Angka tersebut setara dengan 12-18 persen dari total 162 ribu tenaga kerja global mereka. Bloomberg menyebutkan proses perampingan kemungkinan besar dimulai secepatnya pada Maret 2026.
