Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 442,44 poin atau minus 5,31 persen ke level 7.887,16 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/2/2026). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Sentimen domestik berasal dari rilis MSCI sebelumnya terkait pengumuman penting pada akhir Januari 2026 yang menyoroti isu transparansi data dan free float rendah Progres eksekusi kebijakan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pasar, menyusul peringatan dari MSCI yang membuat investor asing masih bersikap wait and see.
"Setelah peringatan MSCI, diskusi dengan investor asing masih menunjukkan sikap “wait-and-see”. Selain prospek makro, fiskal, dan moneter, peningkatan kepastian dalam pengambilan kebijakan akan sangat penting untuk mendorong FDI," ungkap Ari.
Seiring meningkatnya risiko pasar khususnya pasca rilis laporan lainnya seperti MSCS, Macquarie menaikkan equity risk premium (ERP) Indonesia sebesar 25 basis poin. Penyesuaian ini terutama mencerminkan potensi volatilitas yang lebih tinggi, khususnya di sektor konsumer.
Meski demikian, Macquarie menilai fundamental Indonesia saat ini masih relatif tangguh dibandingkan periode tekanan pasar sebelumnya, sehingga percepatan reformasi tetap menjadi langkah yang bijaksana.