Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

OJK Buka Suara soal Moody’s Ubah Peringkat Indonesia Jadi Negatif

Ilustrasi Gedung OJK. (IDN Times/Larasati Rey)
Ilustrasi Gedung OJK. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya sih...
  • OJK sebut Moody’s melihat perekonomian Indonesia masih kuat, ditopang oleh kekuatan struktural dan kebijakan fiskal dan moneter yang prudent.
  • OJK bandingkan dengan peringkat negara lain, menempatkan Indonesia pada posisi relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya sebagai cerminan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional.
  • OJK jaga stabilitas sistem keuangan nasional, memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal perubahan prospek peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil berdasarkan Moody’s Investors Service.

Menurut OJK, afirmasi peringkat tersebut menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta ketahanan sektor jasa keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

OJK melihat Moody’s juga masih mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2.

1. OJK sebut Moody’s melihat perekonomian Indonesia masih kuat

Kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan Indonesia di Jakarta (IDN Times/Aldila Muharma)
Kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan Indonesia di Jakarta (IDN Times/Aldila Muharma)

Menurut OJK, Moody’s menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap resilien, ditopang oleh kekuatan struktural serta kebijakan fiskal dan moneter yang prudent. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin juga merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara year on year (yoy).

Menurut OJK, angka tersebut menunjukkan kemampuan perekonomian nasional dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global, sekaligus menjadi penopang penting terhadap ketidakpastian jangka pendek yang tercermin dalam outlook.

OJK menilai prospek perekonomian nasional tetap positif dan berkelanjutan, didukung oleh permintaan domestik yang solid, kontribusi sektor keuangan yang stabil, serta kesinambungan agenda reformasi berkelanjutan.

2. OJK bandingkan dengan peringkat negara lain

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

OJK memandang penilaian Moody’s yang menempatkan Indonesia pada posisi relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya sebagai cerminan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional.

OJK akan mendukung penguatan koordinasi nasional untuk menciptakan kebijakan yang lebih selaras dan konsisten.

3. OJK jaga stabilitas sistem keuangan nasional

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang.

“Ke depan, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur,” kata Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Hindari Tarif AS, Meksiko Mau Diam-diam Jual Minyak ke Kuba

06 Feb 2026, 23:55 WIBBusiness