ilustrasi dolar AS (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Pada kuartal IV, belanja konsumsi pribadi meningkat 2,4 persen, melambat dari 3,5 persen pada periode sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama disokong rumah tangga berpendapatan tinggi. Di saat bersamaan, ekspor terkontraksi 0,9 persen setelah sebelumnya melonjak 9,6 persen.
Secara keseluruhan, belanja dan investasi pemerintah turun 5,1 persen karena aktivitas federal merosot 16,6 persen. Penurunan itu sebagian diimbangi kenaikan 2,4 persen pada tingkat negara bagian dan lokal. Dari sektor swasta, investasi bruto tumbuh 3,8 persen setelah sebelumnya stagnan, sedangkan penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta naik 2,4 persen.
“Penutupan oleh Demokrat merugikan AS setidaknya dua poin dalam GDP. Itulah sebabnya mereka melakukannya lagi, dalam bentuk mini. Tidak Ada Penutupan! Juga, TURUNKAN SUKU BUNGA. ‘Two Late’ Powell adalah yang TERBURUK!!!” tulis Trump di Truth Social, sebelum data PDB dirilis.
Ekonom kepala Fwdbonds, Chris Rupkey, menilai penutupan pemerintah federal membuat ekonomi menyimpang dari jalur pertumbuhan kuat pada kuartal IV dan menyebutnya sebagai kejadian satu kali yang tak akan terulang di awal 2026.
Ekonom kepala Navy Federal Credit Union, Heather Long, menyoroti arah pemulihan dan daya tahan sektor konsumsi serta investasi teknologi.
“Penutupan pemerintah merugikan pertumbuhan di akhir 2025. Ekonomi kemungkinan akan pulih di awal 2026, tetapi melakukan penutupan berkepanjangan bukanlah hal yang tak berbahaya. Secara keseluruhan, ekonomi AS tangguh di tahun 2025 meskipun menghadapi banyak hambatan. Konsumsi yang solid dan booming AI menjaga ekonomi tetap tumbuh,” katanya, dikutip dari CNBC.
Laporan PDB yang dirilis lebih lambat dan berada di bawah ekspektasi ini diperkirakan tak mengubah arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.