Jakarta, IDN Times - Keberhasilan proyek Waste to Energy (WTE) dinilai tidak hanya ditentukan oleh teknologi pembangkit atau tungku pembakaran. Pelaku industri menilai sistem penanganan dan pergerakan limbah justru menjadi fondasi utama operasional fasilitas WTE.
Tanpa dukungan alat berat yang tepat, proyek WTE berisiko menghadapi pasokan limbah yang tidak stabil, tingkat gangguan operasional tinggi, hingga lonjakan biaya yang memengaruhi kelayakan ekonomi.
Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa (MCP) Adrianus Hadiwinata menyampaikan dukungan terhadap agenda pemerintah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan perlu dibarengi kesiapan sistem operasional di lapangan.
"Kami melihat bahwa keberhasilan proyek Waste To Energy tidak cukup hanya dari sisi teknologi pembangkit, tetapi juga dari kesiapan sistem operasional di lapangan," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
