Jakarta, IDN Times - Perusahaan kendaraan listrik asal China, BYD, kembali mencatat penurunan penjualan kendaraan pada bulan April 2026. Penurunan ini terjadi selama delapan bulan berturut-turut di pasar dalam negeri dan menjadi rekor penurunan terpanjang yang pernah dialami oleh perusahaan tersebut.
Berbeda dengan kondisi di dalam negeri yang sedang lesu, kinerja ekspor BYD justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Pengiriman mobil penumpang dan pikap ke luar negeri naik sebesar 35 persen, yang kini menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan yang berpusat di Shenzhen tersebut.
