Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjualan BYD Turun Sepanjang Januari 2026 di China

BYD Sealion 7 (byd.com)
BYD Sealion 7 (byd.com)
Intinya sih...
  • BYD mencatatkan penurunan penjualan sebesar 30 persen di China pada Januari 2026
  • Kendaraan penumpang tetap menjadi kontributor utama, dengan volume ekspor hampir setara dengan pasar domestik
  • Penurunan dipengaruhi oleh faktor musiman, volatilitas pasar kuartal pertama, dan strategi perang harga antar merek kendaraan listrik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif China, BYD, melaporkan kinerja penjualan yang kontras pada pembukaan tahun 2026. Meskipun mencatatkan angka ekspor yang luar biasa hingga melampaui angka 100.000 unit, secara keseluruhan total penjualan bulanan mereka mengalami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total pengiriman mencapai 210.051 unit.

Data yang dirilis pada awal Februari ini menunjukkan adanya pergeseran momentum yang menarik antara pasar domestik dan pasar internasional. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor musiman yang lazim terjadi di industri otomotif China, namun di sisi lain, dominasi BYD di pasar global semakin tidak terbendung dengan angka ekspor yang menyumbang hampir setengah dari total penjualan mereka.

1. Lonjakan pengiriman luar negeri dan komposisi penjualan passenger vehicle

BYD Seal (byd.com)
BYD Seal (byd.com)

Dari total 210.051 unit yang terjual, sektor kendaraan penumpang (passenger vehicle) tetap menjadi kontributor utama dengan capaian 205.518 unit. Sementara itu, sektor kendaraan niaga energi baru mencatatkan penjualan sebesar 4.533 unit. Melansir laporan dari carnewschina.com, salah satu sorotan utama pada Januari 2026 adalah volume ekspor yang mencapai 100.482 unit, yang menandakan bahwa pasar global kini memiliki peran yang hampir setara dengan pasar domestik China bagi BYD.

Kesenjangan antara volume pengiriman luar negeri dan domestik ini menunjukkan keberhasilan strategi ekspansi global BYD. Di saat permintaan domestik mengalami penyesuaian, pasar internasional justru memberikan kompensasi yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa produk energi baru dari China semakin diterima secara luas di berbagai negara, sekaligus memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik dunia.

2. Pengaruh musiman Tahun Baru Imlek dan volatilitas pasar kuartal pertama

ilustrasi BYD M6 (byd.com)
ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Penurunan penjualan sebesar 30 persen pada bulan Januari bukanlah fenomena yang hanya dialami oleh BYD. Industri otomotif China secara keseluruhan memang sering mengalami fluktuasi pada awal tahun akibat siklus musiman yang berkaitan dengan libur Tahun Baru Imlek. Selama periode ini, jadwal produksi, aktivitas logistik, dan pola pembelian konsumen cenderung berubah drastis, sehingga banyak produsen otomotif mencatatkan penurunan performa bulan-ke-bulan (month-on-month).

Selain faktor musim, persaingan di pasar kendaraan energi baru (NEV) pada awal 2026 juga semakin intens. Data industri menunjukkan bahwa banyak manufaktur mulai melakukan penyesuaian harga dan posisi produk untuk menarik minat konsumen yang kian bervariasi permintaannya. Volatilitas ini diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang kuartal pertama tahun 2026 sebelum akhirnya kembali normal setelah aktivitas dealer dan operasi logistik pulih sepenuhnya pasca-libur panjang.

3. Penyesuaian inventaris dan strategi perang harga di awal tahun

ilustrasi BYD M6 (byd.com)
ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Laporan platform data otomotif China menyebutkan bahwa beberapa produsen memasuki tahun 2026 dengan tingkat inventaris atau stok barang yang cukup tinggi. Hal ini menyiratkan bahwa performa penjualan dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh penyesuaian stok di tingkat dealer. Strategi pembersihan stok ini sering kali memicu perang harga yang berkelanjutan antar merek kendaraan listrik, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi pasar di berbagai segmen.

Meski menghadapi tantangan volatilitas di awal tahun, BYD tetap memegang takhta sebagai produsen dengan volume penjualan NEV tertinggi di China. Kemampuan mereka untuk menjaga arus ekspor tetap di atas angka 100.000 unit di tengah kelesuan domestik menjadi sinyal kuat ketahanan bisnis mereka. Fokus ke depan bagi BYD dan produsen lainnya adalah bagaimana menyeimbangkan antara penyesuaian harga di pasar domestik dengan momentum pertumbuhan yang agresif di pasar internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Mesin Diesel Bisa Hidup Tanpa Busi?

04 Feb 2026, 21:05 WIBAutomotive