Analis emas, Ibrahim Assuaibi memprediksi lonjakan harga emas akan berlanjut sampai 2026 jika melihat tren di tahun ini. Apalagi, pada 27 Desember 2025, harga emas Antam menyentuh rekor terbarunya, yaitu Rp2.605.000 juta per gram.
Ibrahim mengatakan, lonjakan harga emas didorong sentimen negatif pasar terhadap kondisi geopolitik sejumlah negara, dan kebijakan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Belum lagi perang dagang akibat AS menerapkan tarif impor resiprokal.
Terkait geopolitik, terutama di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, dan pada akhirnya berpengaruh pada harga emas dunia.
“Geopolitik kemungkinan akan cukup menarik bagi pasar karena geopolitik sekarang sudah melebar. Yang pertama Timur Tengah, yang kedua adalah Eropa, yang ketiga Amerika Latin, yang keempat itu adalah Laut Asia Timur,” ujar Ibrahim.
Dengan prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah hingga menyentuh level Rp17.500 pada tahun depan, maka Ibrahim memperkirakan harga emas Antam bisa sentuh Rp3,8 juta per gram tahun depan.
“Kemudian untuk logam mulia di tahun 2026 itu di Rp3,8 juta ya. Untuk rupiah kemungkinan besar akan menuju level Rp17.500,” ujar Ibrahim.