ilustrasi pesawat (pexels.com/Brett Sayles)
Lonjakan harga avtur yang terjadi baru-baru ini telah memicu perhatian banyak pihak. Salah satu sisi yang diyakini akan terdampak adalah sektor penerbangan mengingat status avtur yang umumnya digunakan sebagai bahan bakar pesawat.
Kenaikan harga avtur yang terjadi sekarang tak bisa dilepaskan dari konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Seperti diketahui, Iran yang menjadi salah satu negara di kawasan tersebut kini tengah berperang dengan Amerika Serikat dan Israel.
Konflik yang terjadi turut berimbas kepada terganggunya pasokan energi global. Nah, mengingat pasokannya yang terganggu dan permintaan tetap tinggi, hal ini berpengaruh membuat naiknya sejumlah barang terkait, termasuk avtur.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga buka suara soal kenaikan harga avtur di Indonesia. Bahlil menjelaskan bahwa pergerakan harga avtur mengikuti mekanisme pasar. Hal itu dikarenakan layanan pengisian bahan bakar pesawat di Indonesia turut diperuntukkan bagi maskapai internasional, sehingga harga yang berlaku ikut menyesuaikan.
Demikianlah tadi ulasan mengenai perbandingan harga avtur di Asia Tenggara.
Apa harga avtur di Indonesia naik? | Ya, harga avtur di Indonesia juga mengalami kenaikan di April 2026 ini. Harganya di Bandara Soekarno-Hatta sekarang mencapai Rp23.551 per liter. |
Bagaimana perbandingan harga avtur di Asia Tenggara? | Harga avtur di setiap negara umumnya relatif berbeda, tak terkecuali di kawasan Asia Tenggara. Sebagai contoh, Indonesia kini mematok harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp23.551 per liter. Sementara itu, harga avtur di Thailand Rp29.518 per liter, dan di Filipina sebesar Rp25.326 per liter. |
Apa harga avtur di Indonesia paling mahal di Asia Tenggara? | Tidak. Sementara ini, masih ada negara lain yang menjual avtur lebih mahal dari Indonesia. Di antaranya seperti Thailand di angka Rp29.518 per liter. |
Kenapa harga avtur naik? | Kenaikan harga avtur global dipicu menjadi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang menganggu pasokan energi dan minyak. |