Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perbedaan maket dan miniatur
ilustrasi perbedaan maket dan miniatur (pexels.com/Garrison Gao)

Intinya sih...

  • Maket dan miniatur memiliki definisi dan fungsi utama yang membedakannya.

  • Akurasi skala vs harmoni estetika visual menjadi pembeda lainnya antara maket dan miniatur.

  • Pemilihan material dan detail proses produksi juga menjadi faktor perbedaan antara keduanya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu datang ke sebuah pameran perumahan dan merasa takjub melihat replika kompleks hunian yang sangat rapi di atas meja besar? Kamu mungkin secara spontan mengira itu pajangan, tetapi bagi para profesional, memahami perbedaan maket dan miniatur adalah hal dasar yang sangat krusial, lho.

Benda mungil tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan representasi dari sebuah ide besar yang akan diwujudkan menjadi kenyataan di masa depan. Itulah mengapa kalau kamu gak hati-hati dalam menyebutnya, bisa saja terjadi salah paham saat kamu sedang berdiskusi dengan desainer atau arsitek.

Dunia replika memang sangat luas dan kerap membingungkan bagi orang awam yang baru pertama kali melihatnya. Di satu sisi, ada objek yang dibuat untuk kepentingan teknis pembangunan, sementara di sisi lain ada objek yang dibuat murni untuk kepuasan koleksi pribadi.

Meski keduanya sama-sama berbentuk kecil, filosofi dan cara pembuatannya memiliki jalur yang berbeda secara signifikan, lho. Yuk, telusuri lebih dalam poin-poin utama yang membedakan keduanya agar kamu memiliki pemahaman yang lebih baik. Disimak, ya!


1. Definisi dan fungsi utama yang membedakannya

ilustrasi perbedaan maket dan miniatur (pexels.com/Ramon Karolan)

Secara mendasar, maket merupakan representasi fisik dari sebuah desain atau rancangan bangunan yang biasanya dibuat sebelum proyek aslinya dikerjakan. Kamu akan sering melihat maket di kantor pemasaran properti atau studio arsitektur karena fungsinya sebagai alat komunikasi antara arsitek dan klien. Maket membantu kamu melihat volume ruang, proporsi bangunan, serta hubungan antara satu gedung dengan lingkungan di sekitarnya secara nyata. Tanpa bantuan maket, visualisasi dari gambar dua dimensi seringkali sulit dipahami oleh orang yang gak memiliki latar belakang teknik, guys.

Sementara itu, miniatur merupakan replika dari benda yang biasanya sudah ada atau sudah dikenal luas di dunia nyata. Kamu bisa menemukan miniatur dalam bentuk mobil, pesawat, hingga karakter tokoh aksi yang dijual di toko mainan atau kolektor. Fungsi utamanya bukanlah sebagai panduan konstruksi, melainkan sebagai objek dekorasi, hobi, atau barang koleksi yang memiliki nilai estetika tinggi. Kamu akan menyadari bahwa miniatur lebih menonjolkan sisi nostalgia atau kekaguman terhadap objek aslinya yang sudah eksis sebelumnya.


2. Akurasi skala vs harmoni estetika visual

ilustrasi perbedaan maket dan miniatur (pexels.com/Engin Akyurt)

Salah satu aspek yang paling mencolok dalam membedakan keduanya adalah cara pemakaian skala dalam proses pembuatannya. Pada pembuatan maket, skala yang digunakan sangatlah kaku dan harus presisi, contohnya menggunakan rasio 1:50 atau 1:100 terhadap ukuran asli bangunan. Hal ini dilakukan karena maket berfungsi sebagai referensi teknis yang harus bisa dikonversi kembali ke ukuran sebenarnya oleh para kontraktor. Kamu gak bisa sembarangan mengubah ukuran jendela atau pintu pada maket tanpa mengikuti perhitungan matematis yang tepat, lho.

Di sisi lain, meski miniatur juga memiliki skala tertentu seperti 1:64 atau 1:12, fokus utamanya bukanlah pada perhitungan teknis yang kaku. Miniatur lebih mengutamakan harmoni visual agar objek tersebut terlihat cantik dan proporsional saat diletakkan di dalam lemari pajangan. Kamu akan melihat bahwa terkadang miniatur sedikit memodifikasi detail tertentu agar objek tersebut terlihat lebih "hidup" dan menarik secara estetika. Intinya, jika maket mengejar akurasi untuk kebutuhan pembangunan, maka miniatur mengejar kemiripan visual untuk kebutuhan kepuasan mata, ya.


3. Pemilihan material dan detail proses produksi

ilustrasi perbedaan maket dan miniatur (pexels.com/Brett Sayles)

Material yang digunakan untuk membuat maket cenderung lebih sederhana dan fungsional agar fokus audiens tetap pada bentuk bangunan. Kamu akan sering menemukan maket yang terbuat dari kertas karton tebal, kayu balsa yang ringan, atau lembaran plastik PVC board. Warna yang dipakai pada maket arsitektur seringkali bersifat monokrom atau netral untuk menonjolkan struktur dan permainan cahaya pada desain gedung tersebut. Hal ini sengaja dilakukan agar klien gak terdistraksi oleh warna-warna cerah dan lebih fokus pada komposisi arsitekturnya.

Sangat berbeda dengan maket, miniatur kerap menggunakan bahan yang lebih mewah dan tahan lama seperti logam die-cast, resin, atau plastik berkualitas tinggi. Detail pada miniatur dibuat sangat detail, mulai dari tekstur cat yang mengkilap hingga detail interior yang sangat mirip dengan benda aslinya. Kamu bisa melihat miniatur mobil yang memiliki ban karet sungguhan atau miniatur interior rumah yang dilengkapi dengan kain sofa bertekstur asli, kan? Nah, tingkat detail yang tinggi inilah yang membuat harga sebuah miniatur bisa menjadi sangat mahal di kalangan para kolektor.


4. Target audiens dan pemakai kedua objek

ilustrasi perbedaan maket dan miniatur (pexels.com/Ron Lach)

Jika kamu bertanya siapa yang biasanya memesan atau menggunakan maket, jawabannya adalah para profesional di bidang konstruksi dan properti. Pengembang menggunakan maket untuk menarik minat pembeli, sementara mahasiswa arsitektur menggunakannya untuk tugas akhir atau kompetisi desain. Kamu akan melihat maket berada di lingkungan kerja yang formal di mana keputusan besar mengenai pembangunan sebuah gedung diambil berdasarkan model tersebut. Maket merupakan bahasa visual yang dipakai oleh para ahli untuk menjelaskan konsep yang rumit secara sederhana.

Sebaliknya, target audiens dari miniatur adalah mereka yang memiliki minat khusus atau hobi tertentu terhadap suatu objek. Kamu mungkin termasuk salah satu orang yang hobi mengoleksi miniatur pesawat atau motor karena mengagumi sejarah atau desain dari kendaraan tersebut. Miniatur banyak ditemukan di rumah-rumah sebagai bagian dari interior atau di komunitas hobi yang sering mengadakan pertemuan untuk saling bertukar koleksi. Pengguna miniatur gak mencari fungsi teknis, melainkan mencari kepuasan batin dan kebanggaan saat berhasil memiliki replika favorit mereka.


5. Cara membedakan secara cepat di lapangan

ilustrasi perbedaan maket dan miniatur (pexels.com/Lara Jameson)

Cara termudah bagi kamu untuk membedakan keduanya secara instan adalah dengan melihat konteks keberadaan benda tersebut. Jika kamu melihat replika sebuah kawasan yang masih dalam tahap rencana pembangunan, maka sudah dipastikan benda itu adalah sebuah maket. Maket biasanya memiliki tampilan yang lebih bersih, konseptual, dan sering ditempatkan di bawah penutup akrilik untuk diperlihatkan kepada publik. Fokusnya pada visi masa depan dan bagaimana sebuah lahan akan dikelola oleh pengembang properti.

Namun, jika kamu melihat replika sebuah benda yang sudah umum kita jumpai di jalanan atau di dalam film, itu adalah miniatur. Miniatur biasanya dijual bebas di toko ritel dan memiliki detail yang mengejar realisme tingkat tinggi, lengkap dengan tanda-tanda pemakaian seperti efek kusam atau karat buatan. Kamu bisa memegangnya lebih bebas dan biasanya miniatur memiliki berat yang lebih mantap karena material logam yang digunakan. 

Secara garis besar, maket dan miniatur memang memiliki kemiripan dari segi bentuknya yang kecil, tetapi keduanya memiliki jiwa dan tujuan yang sangat berbeda. Maket hadir sebagai jembatan antara ide dan realita konstruksi, sedangkan miniatur hadir sebagai bentuk apresiasi estetika terhadap benda-benda yang sudah ada. Dengan memahami perbedaan maket dan miniatur, kamu jadi gak bingung lagi, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team