- Pondasi dan pekerjaan tanah: sekitar Rp2,2 juta
- Struktur beton bertulang: sekitar Rp21,6 juta
- Dinding bata ringan dan plester aci: sekitar Rp7,8 juta
- Lantai keramik dan pemasangan: sekitar Rp6,7 juta
- Atap baja ringan dan penutup atap: sekitar Rp6 juta
- Pintu dan jendela: sekitar Rp7,2 juta
- Instalasi listrik: sekitar Rp6 juta
- Instalasi air dan plumbing: sekitar Rp4 juta
- Finishing plafon dan cat: sekitar Rp4,3 juta
Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Berbagai Ukuran Lahan

- Biaya bangun rumah 2 lantai berdasarkan ukuran lahan sangat dipengaruhi oleh spesifikasi material dan sistem pengerjaan yang dipilih.
- Estimasi RAB biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 4 x 6 meter berkisar Rp144 juta hingga Rp192 juta, sementara ukuran 5 x 7 meter berkisar Rp210 juta hingga Rp280 juta.
- Pemilihan desain sederhana, penggunaan sistem borongan, pemilihan material lokal, dan fokus pada kebutuhan ruang penting dapat membantu menghemat budget pembangunan rumah dua lantai.
Rumah dua lantai menjadi pilihan banyak keluarga yang ingin memiliki hunian luas tanpa harus menambah lahan. Konsep ini dinilai efektif untuk memaksimalkan ruang, terutama di kawasan perkotaan dengan harga tanah yang terus meningkat. Meski begitu, biaya bangun rumah dua lantai perlu direncanakan secara matang agar pembangunan berjalan lancar dan tidak berhenti di tengah jalan.
Besarnya anggaran pembangunan sangat dipengaruhi oleh ukuran bangunan, spesifikasi material, serta sistem pengerjaan yang dipilih. Tanpa perhitungan yang jelas, risiko pembengkakan biaya akan semakin besar. Oleh karena itu, memahami estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan ukuran rumah menjadi langkah awal yang penting.
1. Biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 4 x 6 meter

Rumah dua lantai ukuran 4 x 6 meter banyak dipilih oleh pasangan muda yang ingin memiliki hunian fungsional di lahan terbatas. Meski tergolong mungil, konsep dua lantai membuat pembagian ruang menjadi lebih efisien dan nyaman. Ukuran ini cocok untuk kawasan perkotaan dengan harga tanah yang relatif tinggi.
Estimasi RAB biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 4 x 6 meter:
Secara total, biaya bangun rumah dua lantai ukuran 4 x 6 meter berada di kisaran Rp144 juta hingga Rp192 juta. Anggaran ini masih bisa ditekan dengan desain sederhana dan minim perubahan saat pembangunan berjalan. Perencanaan yang matang sejak awal akan membantu menjaga biaya tetap terkendali.
2. Biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 5 x 7 meter

Ukuran 5 x 7 meter sering dianggap ideal bagi keluarga kecil hingga menengah. Rumah dua lantai dengan ukuran ini mampu menampung kebutuhan ruang yang lebih beragam dibandingkan rumah mungil. Tata ruang yang tepat membuat rumah tetap terasa lega meski lahannya terbatas.
Estimasi RAB biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 5 x 7 meter:
- Pondasi dan pekerjaan tanah: sekitar Rp3 juta
- Struktur beton bertulang: sekitar Rp31,5 juta
- Dinding bata ringan dan plester: sekitar Rp10,8 juta
- Lantai keramik dan pemasangan: sekitar Rp9,8 juta
- Atap baja ringan dan penutup atap: sekitar Rp8,7 juta
- Pintu dan jendela: sekitar Rp10,4 juta
- Instalasi listrik: sekitar Rp8 juta
- Instalasi plumbing: sekitar Rp6 juta
- Finishing plafon dan cat: sekitar Rp6,3 juta
Estimasi biaya bangun rumah dua lantai ukuran 5 x 7 meter berada di rentang Rp210 juta hingga Rp280 juta. Selisih biaya biasanya dipengaruhi oleh kualitas material dan detail finishing yang dipilih. Oleh karena itu, penentuan spesifikasi sejak awal menjadi langkah penting dalam pengendalian anggaran.
3. Biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 6 x 10 meter

Rumah dua lantai ukuran 6 x 10 meter cocok untuk keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas. Dimensi ini memungkinkan penambahan kamar tidur, ruang kerja, hingga area servis tambahan. Fleksibilitas tata ruang menjadi keunggulan utama ukuran ini.
Estimasi RAB biaya bangun rumah dua lantai ukuran 6 x 10 meter:
- Pondasi dan pekerjaan tanah: sekitar Rp4,5 juta
- Struktur beton bertulang: sekitar Rp54 juta
- Dinding bata ringan dan plester: sekitar Rp16,2 juta
- Lantai keramik dan pemasangan: sekitar Rp16,8 juta
- Atap baja ringan dan penutup atap: sekitar Rp15 juta
- Pintu dan jendela: sekitar Rp14 juta
- Instalasi listrik: sekitar Rp10 juta
- Instalasi plumbing: sekitar Rp8 juta
- Finishing plafon dan cat: sekitar Rp10,8 juta
Secara keseluruhan, biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 6 x 10 meter berada di kisaran Rp360 juta hingga Rp480 juta. Pada ukuran ini, finishing sering menjadi komponen yang paling memengaruhi total biaya. Pengendalian spesifikasi menjadi kunci agar anggaran tidak membengkak.
4. Biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 7 x 12 meter

Ukuran 7 x 12 meter termasuk ideal untuk keluarga menengah hingga besar. Rumah dua lantai dengan dimensi ini mampu menghadirkan ruang yang lega dan lebih representatif. Pembagian ruang yang baik juga membuat aktivitas keluarga lebih nyaman.
Estimasi RAB biaya bangun rumah 2 lantai ukuran 7 x 12 meter:
- Pondasi dan pekerjaan tanah: sekitar Rp6 juta
- Struktur beton bertulang: sekitar Rp75,6 juta
- Dinding bata ringan dan plester aci: sekitar Rp20,4 juta
- Lantai keramik dan pemasangan: sekitar Rp23,5 juta
- Atap baja ringan dan penutup atap: sekitar Rp21 juta
- Pintu dan jendela: sekitar Rp18 juta
- Instalasi listrik: sekitar Rp12 juta
- Instalasi air dan plumbing: sekitar Rp10 juta
- Finishing plafon dan cat: sekitar Rp15,1 juta
Estimasi biaya bangun rumah dua lantai ukuran 7 x 12 meter berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp670 juta. Biaya tersebut sebanding dengan luas bangunan dan kenyamanan ruang yang diperoleh. Perencanaan detail sejak tahap desain akan sangat membantu menjaga stabilitas anggaran.
5. Cara menghemat budget bangun rumah 2 lantai

Biaya bangun rumah dua lantai bisa menjadi cukup besar jika tidak dikontrol sejak awal. Tanpa strategi yang tepat, pengeluaran berisiko membengkak di tengah proses pembangunan. Oleh karena itu, penting memahami langkah praktis untuk menjaga anggaran tetap sesuai rencana.
1. Pilih desain rumah yang sederhana dan fungsional
Desain bangunan yang terlalu rumit akan meningkatkan biaya struktur dan waktu pengerjaan. Bentuk rumah sederhana seperti persegi atau persegi panjang cenderung lebih efisien dari sisi material dan tenaga kerja. Selain itu, desain fungsional juga memudahkan penataan ruang tanpa perlu banyak renovasi.
2. Gunakan sistem borongan agar biaya lebih terkendali
Sistem borongan memberikan kepastian biaya sejak awal karena sudah disepakati dalam satu paket pekerjaan. Berbeda dengan sistem harian yang berpotensi membengkakkan anggaran jika pengerjaan molor. Dengan borongan, jadwal pembangunan juga biasanya lebih disiplin dan terukur.
3. Pilih material yang efisien dan mudah didapat
Pemilihan material sangat memengaruhi biaya bangun rumah 2 lantai secara keseluruhan. Material lokal yang berkualitas dapat menekan biaya transportasi tanpa mengurangi kekuatan bangunan. Selain itu, material yang mudah dipasang juga bisa menghemat biaya tenaga kerja.
4. Fokus pada kebutuhan ruang yang benar-benar penting
Tidak semua konsep hunian populer perlu diterapkan dalam rumah pribadi. Menentukan prioritas ruang sejak awal akan membantu menghindari pengeluaran untuk area yang jarang digunakan. Ruang multifungsi bisa menjadi solusi untuk memaksimalkan fungsi tanpa menambah biaya pembangunan.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, biaya bangun rumah 2 lantai dapat dikendalikan secara lebih efektif. Perencanaan matang sejak awal akan meminimalkan risiko pembengkakan anggaran. Hasilnya, hunian impian tetap terwujud tanpa mengorbankan kondisi finansial.
Pada akhirnya, memahami estimasi biaya bangun rumah 2 lantai berdasarkan ukuran akan membantu kamu mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur. Dengan perencanaan RAB yang matang serta strategi penghematan yang tepat, pembangunan rumah bisa berjalan lancar tanpa membebani kondisi keuangan. Rumah dua lantai pun tak hanya nyaman dihuni, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang bernilai.



















