Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Pemerintah fokus jaga fundamental ekonomi.

  • Komunikasi lintas kementerian/lembaga terus dilakukan.

  • Moody's juga pangkas outlook 5 bank besar RI.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan pemerintah tidak akan mengubah strategi fiskal setelah Moody’s Ratings mengubah prospek utang Indonesia menjadi negatif, yang sebelumnya stabil. Prasetyo mengatakan, tidak ada yang dilanggar oleh Pemerintah Indonesia.

"Tidak, karena selama ini tidak ada yang dilanggar. Batasan defisit juga masih terjaga," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026).

1. Pemerintah fokus jaga fundamental ekonomi

ilustrasi ekonomi (pixabay.com/geralt)

Prasetyo mengatakan, pemerintah saat ini fokus menjaga fundamental ekonomi. Menurutnya, sektor riil juga akan terus digenjot.

"Yang penting kita berkonsentrasi supaya fundamental ekonomi kita kuat sektor riil kita genjot. Belanja pemerintah kita di awal tahun semaksimal mungkin dorong. Kita optimis dengan pengelolaan kita," ucap Prasetyo.

2. Komunikasi lintas kementerian/lembaga terus dilakukan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan, komunikasi lintas kementerian/lembaga juga terus dilakukan untuk memperkuat fundamental ekonomi.

"Komunikasi terus dilaksanakan di luar yang tadi sudah saya sampaikan," kata dia.

3. Moody's juga pangkas outlook 5 bank besar RI

ilustrasi bank (pexels.com/Expect Best)

Dikutip dari situs resmi Moody’s, Minggu (8/2/2026), prospek lima bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN juga berubah dari stabil menjadi negatif.

“Tindakan pemeringkatan hari ini terutama mencerminkan prospek negatif pada peringkat kedaulatan Indonesia Baa2, yang mencerminkan peningkatan risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia,” tulis Moody’s.

Moody’s membeberkan, pemangkasan itu dilakukan melihat komunikasi kebijakan yang kurang efektif selama setahun terakhir.

"Jika berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama mapan, yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi yang solid dan stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan,” tulis Moody’s.

Editorial Team