Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Filipina mengumumkan rencana pembangunan kawasan industri seluas 4.000 hektare (ha) di Koridor Ekonomi Luzon pada Jumat (17/4/2026). Kawasan ini dirancang sebagai Zona Keamanan Ekonomi pertama di dunia untuk menjaga stabilitas rantai pasok global.
Proyek ini akan menjadikan Luzon sebagai pusat manufaktur negara sekutu dengan memanfaatkan akal imitasi (AI). Kawasan ini akan memproduksi komponen penting seperti semikonduktor dan elektronik canggih, yang sebelumnya sangat bergantung pada pasokan dari kawasan rentan konflik.
