Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan menguat pada Juli hingga Agustus 2026. Keyakinan tersebut didorong oleh penguatan kebijakan moneter Bank Indonesia, termasuk kenaikan suku bunga BI Rate sebesar 50 basis poin serta optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Menurut Perry, berbagai langkah stabilisasi pasar keuangan yang dilakukan BI diyakini mampu menjaga daya tarik investasi di pasar domestik sekaligus memperkuat rupiah di tengah tekanan ekonomi global.
“InsyaAllah nanti di bulan Juli, Agustus itu rupiah akan menguat. Kami sudah menjelaskan kenapa rupiah selama ini mengalami tekanan. Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa nilai tukar rupiah saat ini sebenarnya masih undervalue,” ujar Perry dalam Konferensi Pers RDG, Rabu (20/5/2026).
