Pengelolaan sampah di TPST Bantargebang Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Pertama, ada Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd yang berbasis di Prancis. Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd tergabung di dalam grup multinasional Veolia asal Prancis yang bergerak di bidang pengelolaan air, limbah, dan energi. Dalam skala global, mereka hadir di 50 negara dengan jutaan pelanggan di seluruh dunia.
Perusahaan ini mendirikan pabrik daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET) berkapasitas 25 ribu ton per tahun di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Pabrik itu memproduksi PET food grade yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kedua, ada China Conch Venture Holding Limited, yakni perusahaan yang berasal dari Wuhu, Provinsi Anhui, China. Berdiri sejak 2013, perusahaan ini berfokus pada pelestarian energi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur.
Ketiga, Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang). Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (MHIECE) adalah pemain lama dalam proyek lingkungan dan energi bersih di dunia. Jejak anak perusahaan ini sudah dikenal di Singapura untuk program Waste-to-Energy (WtE), yakni di Tuas South.
Proyek senilai 750 juta dolar Singapura yang dikenal dengan TuasOne Waste-to-Energy Plant Project itu adalah salah satu contoh bagi sejumlah tempat yang memulai program pengolahan sampah menjadi energi, termasuk Indonesia.