Jakarta, IDN Times - Aliansi petani terbesar di India, Samyukt Kisan Morcha (SKM), secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap kerangka kesepakatan perdagangan interim yang baru saja dicapai antara pemerintah pusat dan Amerika Serikat (AS). Ketegangan ini memuncak pada Selasa (10/2/2026), saat organisasi tersebut mengonfirmasi akan meluncurkan aksi protes nasional dan mogok massal. Agenda besar tersebut dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh penjuru negeri pada Kamis (12/2/2026).
Demonstrasi ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam para produsen pangan domestik mengenai kerahasiaan rincian pakta perdagangan, yang dianggap memberikan terlalu banyak konsesi kepada Washington tanpa konsultasi publik yang memadai. Melalui gerakan massa ini, mereka berupaya melindungi kedaulatan agraria India dari potensi banjir komoditas luar negeri yang dapat merusak struktur harga pasar lokal. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk nyata untuk membela kesejahteraan jutaan keluarga petani yang terancam oleh kebijakan perdagangan tersebut.
