AS Dorong China dan India Beli Minyak Mentah dari Venezuela

- Venezuela bersedia mengubah kebijakan minyaknya: Pernyataan Trump ini diutarakan setelah pemerintah sementara Venezuela setuju mengubah kebijakan minyak. Negara Amerika Selatan itu setuju menurunkan pajak dan memperbolehkan masuknya investasi dan kepemilikan asing di industri minyak.
- Rusia bantah soal India tolak beli minyak dari negaranya: Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengungkapkan, India belum mengatakan apapun terkait pernyataan Trump soal penghentian pembelian minyak dari Rusia. Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia, Alexander Novak juga tidak menanggapi pernyataan dari AS.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menganjurkan China dan India untuk membeli minyak mentah dari Venezuela. Pernyataan ini menyusul rencana pembukaan akses penjualan minyak Venezuela.
“China terbuka untuk datang dan menyetujui soal minyak. India sudah datang untuk membeli minyak menorah dari Venezuela setelah menolak untuk membeli dari Iran,” ungkap Trump, dikutip dari The Latin Times, Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, AS menyebut, pemerintahan baru Venezuela bersedia bekerja sama dengan negaranya usai penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Trump juga sudah mendorong investasi besar perusahaan minyak dan gas (migas) di Venezuela.
1. Venezuela bersedia mengubah kebijakan minyaknya

Pernyataan Trump ini diutarakan setelah pemerintah sementara Venezuela setuju mengubah kebijakan minyak. Negara Amerika Selatan itu setuju menurunkan pajak dan memperbolehkan masuknya investasi dan kepemilikan asing di industri minyak.
Dengan ini, AS dapat mengekspansi perusahaan AS untuk dapat mengekspor, menjual, dan mengolah minyak mentah Venezuela. Washington juga berencana untuk mengimpor minyak mentah asal Venezuela dalam jumlah besar.
Sementara, Trump sudah mengatakan AS ingin mengawasi penjualan minyak Venezuela di masa depan. Washington juga berkeinginan untuk membangun infrastruktur energi dan mengubah pangsa pasar minyak Venezuela.
2. Rusia bantah soal India tolak beli minyak dari negaranya

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengungkapkan, India belum mengatakan apapun terkait pernyataan Trump soal penghentian pembelian minyak dari Rusia. Ia menilai hubungan bilateral Rusia dan India sangat baik.
“Kami belum mendengar apapun dari Delhi terkait masalah ini. Kami menghormati hubungan AS dan India. Namun, kami bukan berarti itu lebih penting dibandingkan kerja sama strategis Rusia dan India,” ujarnya, dikutip dari CNBC.
Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia, Alexander Novak juga tidak menanggapi pernyataan dari AS. Menurutnya, semua masih bergantung pada situasi dan perkembangan yang akan terjadi ke depan.
3. India berencana gantikan suplai dari Rusia

India berupaya untuk mendapatkan otorisasi dari AS dalam pembelian minyak dari Venezuela. Opsi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan minyak dari Rusia.
Dilansir Deutsche Welle, India berkeinginan untuk mendapatkan koridor aman dari AS tanpa sanksi untuk membeli minyak Venezuela. Dengan itu, pengiriman minyak dari Venezuela ke India dapat berjalan lancar tanpa kendala.
PM India, Narendra Modi sudah berbicara dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez untuk meningkatkan kerja sama energi. Keduanya juga bersedia mendongkrak kerja sama di berbagai bidang.















