PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjukkan performa unggul lewat efisiensi biaya, peningkatan keandalan operasional, serta standar keselamatan yang terus dijaga. (Dok. Pertamina)
Captain Dona Kurnia dari PIS, yang menahkodai kapal tanker dari Cilacap menuju Wayame, menceritakan tantangan berat yang dihadapi akibat cuaca ekstrem. Setelah dua hari berlayar, memasuki Laut Bali dan Laut Banda, cuaca berubah drastis dengan angin kencang dan ombak besar.
"Kapal mulai terombang-ambing, dan barang-barang yang ada di kapal berantakan," ujar Dona.
Dengan penguatan kompetensi kru, pemanfaatan teknologi navigasi terkini, serta penerapan protokol keselamatan yang ketat, PIS berkomitmen menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
"Kami mempersiapkan kru untuk menghadapi cuaca buruk di samudra, memastikan mesin kapal berfungsi dengan baik, dan memastikan barang-barang di kapal terikat dengan aman agar tidak terganggu ombak besar," ujar Dona.
Untuk memastikan distribusi energi tetap lancar, PIS menyiapkan total 332 kapal tanker pengangkut minyak mentah, BBM, dan LPG. Selain itu, PIS juga menyiagakan 338 kapal pendukung (tugboat) dari PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) untuk kelancaran proses sandar dan bongkar muat di pelabuhan.
Dengan semangat kebersamaan, PIS terus bekerja keras untuk memastikan distribusi energi dan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.