PIS Sukses Turunkan Emisi Karbon Hingga 116.761 Ton CO2e sepanjang 2025. (Dok/Istimewa).
Sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan, PIS juga meluncurkan program Blue Carbon Restoration yang mencakup penanaman 38 ribu pohon mangrove, 3.200 lamun, dan 2.635 fragmen terumbu karang. Inisiatif ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir Indonesia yang penting bagi keberlanjutan kehidupan laut.
Selain itu, PIS juga menandai empat ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, menambah total hiu paus yang telah ditandai menjadi tujuh ekor, dengan 207 ekor yang dipantau dalam dua tahun terakhir.
Menurut Vega, di luar komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, PIS juga aktif dalam pemberdayaan sosial dan penguatan budaya kerja yang sehat dan inklusif. Salah satu program unggulan PIS adalah PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas), yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan di PIS hingga 30 persen pada 2034. PIS juga meluncurkan berbagai program pengembangan talenta, seperti Next Wave, Navigator, dan AcademySEA, yang dirancang untuk mencetak pemimpin masa depan di industri maritim.
"Selain itu, PIS juga memperkenalkan program OceanLiteraSEA, yang bertujuan meningkatkan literasi maritim di kalangan anak-anak pesisir, serta Desa Energi Berdikari yang membantu menciptakan kemandirian energi dan ekonomi di tiga daerah terpencil Indonesia," ungkapnya.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PIS juga berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) untuk menghadirkan layanan kesehatan terapung melalui Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Selama empat bulan, layanan ini telah menjangkau lebih dari 4.000 pasien dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di daerah terisolasi.