Sepanjang 2025, PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG

- PIS angkut 170 miliar liter BBM dan LPG sepanjang 2025
- Komitmen pastikan pasokan energi terpenuhi hingga seluruh pelosok
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatatkan kinerja angkutan energi yang solid sepanjang 2025.
Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina ini berhasil mengangkut total 170 miliar liter BBM dan LPG, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.
1. Komitmen pastikan pasokan energi terpenuhi hingga seluruh pelosok

Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, mengatakan, capaian tersebut mencerminkan peran strategis perusahaan dalam menjaga distribusi energi nasional sekaligus memperluas jangkauan layanan global.
“Ini menunjukkan kontribusi signifikan PIS dalam memastikan pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, serta perluasan jangkauan layanan yang terus dipercaya di pasar global,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
2. Rincian 170 miliar liter BBM dan LPG

Dari total tersebut, sebanyak 107 miliar liter merupakan angkutan energi untuk mendukung keamanan pasokan energi nasional, yang mencakup minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG.
Sementara itu, 63 miliar liter lainnya berasal dari layanan angkutan kargo untuk market internasional.
"Realisasi ini melanjutkan tren pertumbuhan bisnis PIS dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, PIS tercatat mengangkut lebih dari 161 miliar liter BBM dan LPG. Kinerja berkelanjutan tersebut kian mengukuhkan posisi PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional," kata dia.
3. Jumlah kapal PIS pada akhir 2025 tembus 110 unit

Dari sisi operasional, PIS terus memperkuat kapasitas armada. Hingga akhir 2025, jumlah kapal milik PIS mencapai 110 unit. Seluruh armada beroperasi penuh 24 jam sehari, tujuh hari sepekan, serta didukung 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) guna memastikan kelancaran sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.
Selain itu, PIS juga menjalankan sejumlah program strategis, antara lain perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional.
"Langkah ini diperkuat dengan kehadiran tiga kantor pemasaran strategis yang mencakup wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa, serta diversifikasi jenis kargo," kata dia.
Dari aspek keselamatan dan standar internasional, PIS mencatat 84 kapal milik telah memenuhi standar Ship Inspection Report Programme (SIRE) pada 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan operasional armada tanker.
“Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing armada Indonesia di kancah global,” ucap Surya.


















