Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengklaim efisiensi besar-besaran yang dilakukan pemerintahannya saat ini sebagai satu-satunya jalan menyelamatkan uang rakyat dari potensi tindak pidana korupsi.
Prabowo menjelaskan, pemerintah mampu menghemat dana sebesar Rp308 triliun pada tahap awal efisiensi. Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas meyakini jika dana tersebut tidak segera dipotong maka bisa membuka celah korupsi.
"Waktu pertama melakukan efisiensi, kita menghemat Rp308 triliun dari pemerintah pusat. Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, itu semua Rp308 triliun jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi," ujar Prabowo saat bertemu pakar dan pimpinan media, dikutip Jumat (20/3/2026).
