Hemat BBM, Prabowo Lirik Aturan Satu Mobil Minimal 4 Penumpang

- Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi penghematan energi nasional, termasuk wacana aturan satu mobil minimal berisi empat orang untuk menekan konsumsi BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia.
- Prabowo juga mempertimbangkan pemangkasan hari kerja menjadi empat hari seminggu, terinspirasi dari kebijakan beberapa negara seperti Filipina dan Pakistan guna menghemat energi serta biaya operasional.
- Pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sedang mengkaji penerapan WFH satu hari per minggu sebagai langkah efisiensi menghadapi tingginya harga minyak dan mendukung kebijakan hemat energi.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mulai menyusun strategi untuk menekan konsumsi energi nasional di tengah ancaman krisis global. Salah satunya adalah pembatasan jumlah penumpang kendaraan pribadi, di mana satu mobil dilarang hanya diisi satu orang.
Langkah itu diambil sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh angka 100 dolar AS per barel.
"Kita juga bisa umpamanya satu mobil enggak boleh ditumpangi satu orang. Di negara-negara lain juga satu mobil minimal empat orang iya kan. So banyak cara," katanya saat mengudang jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Kamis (19/3/2026).
1. Wacana pangkas hari kerja jadi 4 hari seminggu

Guna menekan konsumsi energi, Prabowo juga menyoroti kebijakan di negara lain. Dia mencermati langkah Filipina hingga Pakistan yang mulai mempertimbangkan pemangkasan hari kerja dari lima hari menjadi empat hari dalam seminggu.
"Saya lihat negara-negara lain umpamanya lagi mikir hari kerja jadi empat, dari lima jadi empat. Filipina, Pakistan sudah," ujarnya.
2. Wacana 75 persen pegawai kembali bekerja dari rumah

Selain memangkas hari kerja, Prabowo menyinggung kembali pola work from home (WFH) alias bekerja dari rumah. Berkaca pada keberhasilan saat pandemik COVID-19, dia menilai skema tersebut efektif untuk mengurangi biaya rutin dan konsumsi energi secara signifikan.
Dia menargetkan setidaknya 75 persen karyawan dan pegawai dapat melakukan pekerjaannya dari rumah. Menurutnya, ketersediaan teknologi video conference (vicon) saat ini sudah sangat mumpuni untuk mendukung efisiensi kerja.
"Ya, saya kira kita bisa lakukan itu juga. Mungkin 75 persen karyawan dan pegawai bisa kerja dari rumah. Sekarang ada vicon, ada banyak teknologi. 30 tahun yang lalu enggak ada," katanya.
3. Pemerintah godok skema WFH sehari dalam seminggu

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas waktu kerja berupa work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk efisiensi di tengah tingginya harga minyak dunia saat ini dan telah dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto.
"Terkait dengan kajian bahwa dengan tingginya harga minyak maka perlu efisiensi daripada waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home dalam satu hari dalam lima hari kerja," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

















