Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Ingatkan Menterinya Ada Birokrat Punya Banyak Akal Bulus
Rapat paripurna Presiden Prabowo di DPR RI. (Youtube.com/DPR RI)
  • Presiden Prabowo mengingatkan para menteri agar waspada terhadap birokrat nakal yang berpengalaman melakukan tindakan negatif dan sering memanfaatkan kelemahan pejabat baru.
  • Dalam rapat paripurna, Prabowo menyoroti lambannya proses perizinan usaha di Indonesia dan membandingkannya dengan Malaysia yang bisa menyelesaikan izin hanya dalam dua minggu.
  • Prabowo menegaskan agar birokrat tidak membuat regulasi tambahan setelah ada perintah Presiden atau menteri, serta meminta para menteri menertibkan struktur birokrasi di bawahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo ngomong ke para menterinya supaya hati-hati sama orang kantor yang suka nakal. Katanya ada birokrat yang pintar tapi suka akal bulus. Mereka suka bikin susah dan minta tanda tangan pas orang udah capek. Pak Prabowo juga bilang jangan bikin izin usaha lama, harus cepat kayak di Malaysia. Sekarang dia mau semua kerja lebih tertib dan jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Prabowo menunjukkan tekad kuat untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan menekankan pentingnya kewaspadaan dan disiplin dalam birokrasi. Dengan mengingatkan para menteri agar menertibkan aparat di bawahnya dan mempercepat proses perizinan usaha, ia menegaskan komitmen terhadap efisiensi, transparansi, serta pelayanan publik yang lebih bersih dan responsif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan anggota Kabinet Merah Putih untuk berhati-hati terhadap akal bulus para birokrat. Ia menganggap birokrat nakal itu sebagai pihak berpengalaman dalam melakukan tindakan negatif.

Hal itu Prabowo sampaikan saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026.

"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, karena dia itu pengalamannya lama. Kau masuk keluar kan tiap 5 tahun, ya kan? Itu kalau enggak di-reshuffle, ya kan? Bener enggak? Mereka tuh lama," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).

"Nah, ciri khas birokrat yang, dia akan minta tanda tangan pada waktu jam 17.30 sore, kamu sudah capek. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan, benar? Ini banyak," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan kepada para birokrat untuk tidak mempersulit penerbitan izin usaha di Indonesia. Prabowo kemudian membandingkan proses izin usaha yang cepat di Malaysia.

"Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu! Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan!" Ucap dia.

Prabowo meminta kepada para birokrat untuk tidak banyak inisiatif. Ketika sudah ada aturan Presiden, tidak perlu lagi membuat regulasi baru.

"Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menterilah, peraturan teknislah, rekomendasilah. Akal-akalannya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah," imbuhnya.

Editorial Team