Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Soroti Ribetnya Izin Usaha di RI Bisa 2 Tahun: Memalukan!

Prabowo Soroti Ribetnya Izin Usaha di RI Bisa 2 Tahun: Memalukan!
Presiden Prabowo Subianto pidato keuangan dalam RAPBN 2027 di DPR RI, Rabu (20/5/2026). (Youtube/TVParlemen)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo menyoroti lamanya proses izin usaha di Indonesia yang bisa mencapai dua tahun, dibanding Malaysia yang hanya dua minggu.
  • Prabowo menegaskan agar birokrat tidak memeras atau menghambat pengusaha serta diminta menaati aturan tanpa membuat regulasi tambahan.
  • Ia memperingatkan kabinetnya untuk waspada terhadap birokrat nakal yang berpengalaman melakukan praktik negatif dan sering mempersulit proses administrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti berbelitnya birokrasi penerbitan izin usaha di Indonesia. Prabowo kemudian membandingkan proses izin usaha yang cepat di Malaysia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan kepada para birokrat untuk tidak memeras pelaku usaha. Hal itu Prabowo sampaikan saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026.

"Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu! Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan!" ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Prabowo meminta kepada para birokrat untuk tidak banyak inisiatif. Ketika sudah ada aturan Presiden, tidak perlu lagi membuat regulasi baru.

"Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menterilah, peraturan teknislah, rekomendasilah. Akal-akalannya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah," kata dia.

Prabowo kemudian meminta anggota Kabinet Merah Putih untuk berhati-hati terhadap birokrat nakal. Sebab, Prabowo menganggap birkorat nakal itu sebagai pihak berpengalaman dalam melakukan tindakan negatif.

"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, karena dia itu pengalamannya lama. Kau masuk keluar kan tiap 5 tahun, ya kan? Itu kalau enggak di-reshuffle, ya kan? Bener enggak? Mereka tuh lama," ucap dia.

"Nah, ciri khas birokrat yang, dia akan minta tanda tangan pada waktu jam 17.30 sore, kamu sudah capek. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan, benar? Ini banyak," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More