Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss menyatakan Indonesia punya kedamaian dan stabilitas yang kuat.
Prabowo mengatakan, masyarakat Indonesia selalu memilih persatuan dari pada perpecahan. Hal itulah yang membuat Indonesia menurutnya mempunyai kredibilitas.
“Kedamaian dan stabilitas di negara saya tidak terjadi karena keberuntungan. Itu terjadi karena kita, Indonesia, telah dan akan selalu terus memilih persatuan daripada perpecahan, persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu persahabatan daripada permusuhan,” ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia berupaya keras meraih dan menjaga kredibilitas itu.
“Kredibilitas kita, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah terlindungi. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk diperoleh kembali,” tutur Prabowo.
Salah satu bentuk kredibilitas di Indonesia menurutnya adalah konsistensi Tanah Air dalam membayar utang. Dia menegaskan, Indonesia tidak pernah gagal melunasi utang.
“Sepanjang sejarah Indonesia, kita tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak sekali pun,” kata Prabowo.
Meskipun pemerintahan lama meninggalkan utang, dia memastikan pemerintahan selanjutnya pasti akan melunasinya.
“Rezim yang berkuasa selanjutnya selalu membayar utang rezim sebelumnya. Presiden, presiden-presiden yang berkuasa selanjutnya, akan selalu menghormati utang pemerintahan sebelumnya,” tutur Prabowo
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, per November 2025, utang luar negeri (ULN) Indonesia ada di level 423,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp7.163 triliun (kurs Rp16.902 per dolar AS). Angka tersebut turun 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp18,6 triliun dibandingkan Oktober 2025 yang di level 424,9 miliar dolar AS atau setara Rp7.181 triliun.
Adapun posisi ULN pemerintah per November 2025 sebesar 209,8 miliar dolar AS, atau setara Rp3.546 triliun. Menurut data BI, secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah melambat dari 4,7 persen (year on year/yoy) pada Oktober 2025, menjadi 3,3 persen (yoy) pada November 2025.
