Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (13/2/2026).
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membuktikan perekonomian Indonesia berada di jalur kebangkitan. Dia menyinggung sejumlah pihak dan menyebutnya sebagai ahli ekonomi tidak jelas yang dinilai kerap menurunkan moral publik.

Menurut Prabowo, alih-alih memberi dukungan, pihak-pihak tersebut justru cenderung meremehkan berbagai indikator yang menunjukkan perbaikan. Dia mempertanyakan sikap mereka yang dinilainya tidak berpihak pada kepentingan nasional dan justru menyoroti sisi negatif dari perkembangan ekonomi.

"Ini ada ahli-ahli ekonomi enggak jelas dari mana itu ya. Selalu menurunkan moril. Saya mau tanya, kamu tuh warga negara mana? Kita kalau main bola, tim kita main, ayo, ayo, ayo, kita suporter ya. Mereka enggak. Mereka selalu jelek-jelekin prestasi kita sendiri," katanya dalam peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (13/2/2026).

1. Konsumsi dan pajak diklaim meningkat

ilustrasi pajak (freepik.com/8 foto)

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan konsumsi rumah tangga belakangan ini menunjukkan tren positif. Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan penerimaan pajak pada bulan ini disebut-sebut mencapai angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Konsumsi rumah tangga tertinggi, enggak ada yang komentar baik. Penerimaan pajak bulan ini konon kabarnya naik, tertinggi selama berapa tahun. Tapi, kita tidak ada masalah. Kita bekerja dan kita buktikan kepada rakyat," ujarnya.

2. Klaim kinerja BUMN naik empat kali lipat

Logo BUMN Indonesia (bumn.go.id)

Prabowo juga menyinggung kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia menyatakan hasil BUMN yang pada 2024 tercatat sebesar Rp89 triliun disebut meningkat hingga empat kali lipat dalam satu tahun pemerintahannya.

Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan hasil dari perbaikan manajemen dan kepemimpinan, serta komitmen untuk menekan praktik-praktik yang merugikan keuangan negara.

"BUMN yang selama sekian tahun, ya, tidak pernah untung, dalam satu tahun pemerintahan kita, hasil BUMN naik empat kali lipat. Dari Rp89 triliun pada 2024, naik empat kali, dan ini akan naik terus," ujar Prabowo.

3. Peringatan bagi pengelola keuangan negara

Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Prabowo mengingatkan seluruh pejabat dan pihak yang mengelola kekayaan negara menjaga integritas serta kepentingan publik. Dia tidak ragu menggunakan kewenangannya apabila masih ditemukan praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

"Kalau kau meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan segala kekuatan yang ada tanpa pandang bulu," kata Prabowo.

Editorial Team