Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Yakin MBG hingga KDMP Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Presiden Prabowo Subianto (dok. Tim Media Presiden)
  • Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen lewat program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis yang membuka 1,5 juta lapangan kerja melalui pengoperasian 30 ribu dapur di seluruh Indonesia.
  • Pemerintah menggerakkan ekonomi desa dan sektor kelautan lewat Koperasi Desa Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih, dengan potensi menciptakan lebih dari 2 juta pekerjaan baru hingga 2026.
  • Program pembangunan satu juta rumah diproyeksikan menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja, sementara Menkeu Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional 6 persen pada 2026 mudah tercapai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto tengah memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia agar mampu menyentuh angka 8 persen, termasuk memperluas penyerapan tenaga kerja secara masif melalui berbagai program prioritas.

Sejumlah inisiatif mulai dijalankan, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Prabowo, MBG memiliki dampak signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja.

Program tersebut diproyeksikan akan mengoperasikan 30 ribu dapur. Dengan estimasi 50 pekerja di setiap titik, sektor tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja. Rantai pasok dari vendor bahan pangan pendukung program diperkirakan bakal menambah ketersediaan lapangan kerja bagi 1,5 juta orang.

“Itu sudah 1,5 juta,” kata orang nomor satu di Indonesia itu dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (22/3/2026).

1. Revitalisasi ekonomi desa dan kesejahteraan nelayan

KDMP Bangunharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dijadikan sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Targetnya, akan ada 80 ribu koperasi yang dibangun. Dengan asumsi setiap unit mempekerjakan 18 orang, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lowongan kerja baru.

Di sektor kelautan, pemerintah fokus meningkatkan produktivitas melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Prabowo menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026.

“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan inisiatif tersebut tidak hanya mendongkrak penghasilan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi di daerah.

2. Proyek satu juta rumah jadi pendorong utama

Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). (Dok. BRI)

Sektor properti juga mendapat perhatian khusus melalui program pembangunan satu juta rumah yang dinilai sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Prabowo menjelaskan setiap unit rumah diperkirakan membutuhkan lima tenaga kerja.

Artinya, total penyerapan bisa mencapai 5 juta orang, belum termasuk efek domino pada industri pendukung seperti bahan bangunan.

Prabowo merasa optimistis integrasi dari seluruh program yang ada akan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Dia meyakini, jika seluruh agenda tersebut berjalan sesuai rencana, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui angka 8 persen.

“Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” kata mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu.

3. Pertumbuhan ekonomi tahun ini ditargetkan 6 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 6 persen bukan target yang sulit dicapai, seiring upaya menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter.

"Ya 2026 saya percaya dengan lebih sinkronnya kebijakan kita, 6 persen gak akan sulit dicapai," katanya dalam acara Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Purbaya menjelaskan dengan kebijakan yang lebih selaras, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut diyakini akan mulai terlihat. Dia menargetkan laju pertumbuhan sudah mendekati angka tersebut pada kuartal I-2026.

"Saya harapkan triwulan pertama udah mendekati ke arah sana," ujarnya.

Editorial Team