Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramugari United Airlines Sepakati Kontrak Baru, Gaji Naik 31 Persen
ilustrasi operasional pesawat United Airlines sebelum terbang (unsplash.com/David Syphers)
  • Pramugari United Airlines menyetujui kontrak kerja lima tahun dengan kenaikan gaji rata-rata 31 persen, mengakhiri negosiasi panjang yang tertunda hampir enam tahun.
  • Kontrak baru mencakup boarding pay, kompensasi waktu tunggu di bandara, pembatasan penerbangan larut malam, serta tambahan cuti melahirkan dan peningkatan dana pensiun.
  • Sebanyak 82 persen anggota serikat mendukung kesepakatan ini, menjadikan United Airlines maskapai besar terakhir di AS yang menuntaskan negosiasi pascapandemi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Awak kabin United Airlines secara resmi menyetujui kontrak kerja baru berdurasi lima tahun dengan pihak maskapai. Melalui kesepakatan ini, para pramugari akan mendapatkan penyesuaian berupa kenaikan upah pokok rata-rata sebesar 31 persen.

Pemungutan suara yang digelar pada Selasa (12/5/2026) tersebut sekaligus mengakhiri proses perundingan panjang antara perusahaan dan serikat pekerja. Kontrak baru ini juga menandai kenaikan gaji pertama bagi pramugari United Airlines setelah tertunda selama hampir enam tahun.

1. Bayaran tambahan saat penumpang naik pesawat

ilustrasi maskapai United Airlines (unsplash.com/David Syphers)

Kebijakan baru ini akan berlaku bagi sekitar 30 ribu pramugari United Airlines secara bertahap pada bulan Juni dan Agustus 2026. Kesepakatan tersebut mencakup pembayaran berlaku surut (retroaktif) senilai 741 juta dolar AS (Rp13,12 triliun) serta kompensasi tambahan lainnya.

Aturan baru yang menonjol dalam kontrak ini adalah penerapan boarding pay, yakni upah bagi pramugari selama proses penumpang naik ke pesawat. Sebelumnya, jam kerja awak kabin di industri penerbangan hanya dihitung setelah pintu pesawat ditutup. Padahal, tugas pramugari sudah dimulai sejak membantu penumpang mengatur tempat duduk hingga mengecek standar keselamatan sebelum lepas landas.

"Kontrak ini akan berdampak besar bagi para pramugari United Airlines, terutama bagi pekerja baru yang bergabung sejak masa pandemi. Solidaritas kami membuahkan hasil," kata Ketua Asosiasi Pramugari-CWA (AFA-CWA) untuk United, Ken Diaz, dilansir CNBC.

2. Aturan jam kerja dan tambahan cuti melahirkan

ilustrasi cuti (pexels.com/ RDNE Stock Project)

Kontrak baru ini turut mengatur perbaikan kondisi kerja. Pramugari kini menerima kompensasi untuk waktu tunggu di bandara, baik yang terjadwal maupun mendadak, apabila melebihi 2,5 jam (sit pay). Maskapai juga membatasi jadwal penerbangan larut malam (red-eye flying) untuk menjaga stamina awak kabin.

Sistem siaga 24 jam yang sebelumnya berlaku kini diganti dengan masa ketersediaan tugas maksimal 14 jam demi memberikan waktu istirahat yang lebih teratur. Aturan cuti juga diperbarui. Pramugari perempuan berhak atas 10 minggu cuti melahirkan berbayar, ditambah dua minggu cuti bagi orang tua atau untuk keperluan adopsi. Selain itu, iuran dana pensiun dan uang saku harian (per diem) juga dinaikkan.

"United beruntung memiliki pramugari terbaik. Saya senang mereka kini mendapat kontrak kerja terdepan di industri penerbangan yang layak mereka terima," kata CEO United Airlines, Scott Kirby, dilansir ABC News.

3. Dukungan mayoritas usai negosiasi panjang

Potret maskapai United Airlines (unsplash.com/punttim)

United Airlines dan awak kabinnya telah menjalani mediasi federal sejak tahun 2023. Pada bulan Juli 2025 lalu, serikat pekerja sempat menolak draf kesepakatan karena tawaran kenaikan gaji dinilai belum sesuai dengan harapan anggota. Kontrak final ini akhirnya disepakati melalui fasilitas mediasi yang dibantu oleh Michael Kelliher dari Badan Mediasi Nasional (National Mediation Board).

Sebanyak 88,85 persen anggota berpartisipasi dalam pemungutan suara, dan 82 persen di antaranya menyatakan setuju.

Kesepakatan ini menjadikan United Airlines sebagai maskapai besar terakhir di Amerika Serikat yang merampungkan negosiasi dengan serikat awak kabin usai pandemi Covid-19. Keberhasilan ini diproyeksikan menjadi acuan baru bagi industri penerbangan secara umum dan menegaskan peran penting pramugari dalam standar keselamatan penerbangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team