Kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang terus berubah membuat investor waspada, khususnya terkait dampaknya pada harga konsumen dan saham teknologi seperti Apple (AAPL). Saat Trump pertama kali memberlakukan tarif terhadap China, Apple merespons dengan memindahkan sebagian produksi iPhone ke India.
Meski Trump baru saja menetapkan tarif hingga 50% untuk India, produk Apple beserta elektronik dan farmasi tetap dikecualikan. Menurut Eric Schiffer, Chairman The Patriarch Organization, kebijakan ini mampu menekan kerugian jangka pendek sekaligus memperkuat rantai pasokan global Apple.
