Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot_20260113_224714_Instagram.jpg
Vice President of Sustainability Indonesia Investment Authority (INA) Fetriza Rinaldy. (IDN Times)

Intinya sih...

  • Fetriza Rinaldy memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang ESG.

  • Berkarir di Pertamina hingga perusahaan asing.

  • Lulusan ITB dan University of Munich.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Fetriza Rinaldy saat ini menjabat Vice President of Sustainability di lembaga pengelola investasi Indonesia, yakni Indonesia Investment Authority (INA).

Dia dikenal sebagai profesional Environmental, Social, and Governance (ESG) alias Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola dengan pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang investasi berkelanjutan dan kebijakan keberlanjutan.

1. Pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang ESG

ilustrasi ESG (freepik.com)

Fetriza disebut memiliki rekam jejak panjang dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam pengambilan keputusan bisnis dan investasi, dengan pengalaman lebih dari 14 tahun.

Di INA, dia berperan meletakkan fondasi pengembangan dan penerapan kerangka ESG untuk dana kekayaan negara pertama Indonesia. Kerangka tersebut digunakan sebagai acuan integrasi ESG pada pengelolaan aset INA yang nilainya mencapai sekitar 10 miliar dolar AS.

Komitmennya diarahkan pada penerjemahan visi korporasi menjadi strategi ESG yang aplikatif, terukur, dan sejalan dengan praktik investasi bertanggung jawab.

2. Berkarir di Pertamina hingga perusahaan asing

Kantor Pusat Pertamina di Gambir, Jakarta Pusat. (dok. Pertamina)

Fetriza Rinaldy mengawali kariernya pada 2010 sebagai Senior Environmental Engineer di Pertamina. Saat itu, dia terlibat dalam analisis instalasi pengolahan air limbah kilang, pemantauan lapangan, serta dukungan penguatan sistem HSE.

Pada 2012-2013, dia bekerja sebagai Environmental Consultant di Royal HaskoningDHV. Perannya mencakup penyusunan indikator penilaian lingkungan sektor energi, asesmen lapangan, dan pemberian rekomendasi sesuai regulasi.

Pengalaman internasional dijalaninya pada 2014-2015 di E.ON melalui unit Climate & Renewables. Dia mengoordinasikan laporan keberlanjutan korporasi serta menangani pelaporan dan prosedur HSSE proyek energi terbarukan.

Pada 2015-2016, Fetriza menjadi Postgraduate Researcher di Technical University of Munich. Dia meneliti produk berbasis hayati, termasuk biofuel dan bioplastik, serta isu pasar dan rantai nilai di Eropa.

Kariernya berlanjut di Winrock International sebagai Program Associate pada 2016–2018. Dia menangani program energi terbarukan berbasis masyarakat dan proyek mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian dan kehutanan.

Pada 2018-2021, dia menjabat Program Manager Landscapes and Commodities di IDH, The Sustainable Trade Initiative. Fetriza mengembangkan program rantai pasok berkelanjutan dan mengelola investasi bersama berdampak untuk komoditas strategis.

Sejak September 2021 hingga kini, Fetriza menjabat Vice President ESG di Indonesia Investment Authority. Dia memimpin pengembangan strategi ESG, integrasi ESG dalam keputusan investasi, serta pengelolaan pelaporan dan pemantauan portofolio.

3. Lulusan ITB dan University of Munich

ilustrasi bangunan Institut Teknologi Bandung (itb.ac.id)

Dari sisi pendidikan, Fetriza meraih gelar Magister Sains Manajemen Sumber Daya Berkelanjutan dari Technical University of Munich. Dia juga mengikuti kursus sertifikasi teknologi fotovoltaik di TU Bergakademie Freiberg.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Institut Teknologi Bandung, dengan fokus Biologi Lingkungan. Penelitian akhirnya mengenai estimasi stok karbon di hutan tropis Gunung Papandayan dipresentasikan dalam konferensi regional internasional bidang konservasi.

Selain pendidikan formal, Fetriza juga mengikuti Program Eksekutif Sovereign Wealth Funds Academy di London Business School, yang dirancang untuk investor negara dan profesional senior di bidang pengelolaan dana kekayaan negara.

Editorial Team