Kantor Pusat Pertamina di Gambir, Jakarta Pusat. (dok. Pertamina)
Fetriza Rinaldy mengawali kariernya pada 2010 sebagai Senior Environmental Engineer di Pertamina. Saat itu, dia terlibat dalam analisis instalasi pengolahan air limbah kilang, pemantauan lapangan, serta dukungan penguatan sistem HSE.
Pada 2012-2013, dia bekerja sebagai Environmental Consultant di Royal HaskoningDHV. Perannya mencakup penyusunan indikator penilaian lingkungan sektor energi, asesmen lapangan, dan pemberian rekomendasi sesuai regulasi.
Pengalaman internasional dijalaninya pada 2014-2015 di E.ON melalui unit Climate & Renewables. Dia mengoordinasikan laporan keberlanjutan korporasi serta menangani pelaporan dan prosedur HSSE proyek energi terbarukan.
Pada 2015-2016, Fetriza menjadi Postgraduate Researcher di Technical University of Munich. Dia meneliti produk berbasis hayati, termasuk biofuel dan bioplastik, serta isu pasar dan rantai nilai di Eropa.
Kariernya berlanjut di Winrock International sebagai Program Associate pada 2016–2018. Dia menangani program energi terbarukan berbasis masyarakat dan proyek mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian dan kehutanan.
Pada 2018-2021, dia menjabat Program Manager Landscapes and Commodities di IDH, The Sustainable Trade Initiative. Fetriza mengembangkan program rantai pasok berkelanjutan dan mengelola investasi bersama berdampak untuk komoditas strategis.
Sejak September 2021 hingga kini, Fetriza menjabat Vice President ESG di Indonesia Investment Authority. Dia memimpin pengembangan strategi ESG, integrasi ESG dalam keputusan investasi, serta pengelolaan pelaporan dan pemantauan portofolio.