ilustrasi inovasi dan kreativitas (freepik.com/DilokaStudio)
SGS bermula dari rumah inspeksi gandum di dermaga Rouen, Prancis, pada 1870-an. Pendiri perusahaan, Henri Goldstuck, memulai usaha inspeksi gandum pada 1878 setelah melihat peluang di salah satu pelabuhan terbesar negara tersebut. Setahun kemudian, bisnis berkembang dan SGS membuka kantor di tiga pelabuhan besar, Le Havre, Dunkirk, dan Marseille.
Pada 1915, kantor pusat dipindahkan dari Paris ke Jenewa, Swiss. Berselang empat tahun, perusahaan mengadopsi nama Société Générale de Surveillance (SGS). Memasuki 1955, SGS mulai masuk ke layanan industri dengan menginspeksi mesin dan barang industri.
Ekspansi terus berlanjut. Pada 1962, SGS memperluas layanan ke sektor minyak, gas dan bahan kimia, industri mineral, hingga institusi pemerintah. Perusahaan juga mulai memberikan layanan konsultasi lingkungan dan remediasi pada 1970-an untuk pelanggan di sektor minyak dan gas.
SGS kemudian melantai di bursa pada 1981, dan kurang dari empat tahun kemudian mencatat penjualan mencapai 1,5 miliar Swiss Franc.
Pertumbuhan ekonomi di Asia pada 1991 mendorong ekspansi lebih jauh, termasuk ke China. Saat ini, SGS beroperasi di hampir seluruh negara di dunia dengan lebih dari 99.250 karyawan dan sekitar 2.700 laboratorium serta fasilitas bisnis.