Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/@s_tjo)
Bisnis milik Sherly Tjoanda menjadi salah satu aspek yang paling disorot publik sejak ia terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara. Latar belakang pendidikan bisnis serta pengalaman di sektor swasta membuat Sherly dan keluarganya membangun usaha di berbagai bidang strategis. Mulai dari perhotelan, pertambangan, hingga logistik dan perikanan, unit usaha tersebut menjadi sumber utama kekayaannya.
a. PT Bela Group
PT Bela Group merupakan perusahaan induk yang didirikan oleh mendiang Benny Laos dan dikelola bersama Sherly Tjoanda. Sherly tercatat menjabat sebagai Direktur sekaligus pemilik saham sebesar 25,5 persen di perusahaan tersebut. PT Bela Group membawahi sejumlah lini usaha, salah satunya di sektor perhotelan.
b. Bela Hotel Ternate
Salah satu unit bisnis di bawah PT Bela Group adalah Bela Hotel Ternate. Hotel ini beroperasi di Kota Ternate dan menyasar pasar wisatawan serta pelaku perjalanan bisnis. Keberadaan hotel tersebut turut mendukung sektor pariwisata dan perputaran ekonomi lokal.
c. PT Karya Wijaya
PT Karya Wijaya bergerak di bidang jasa dan pertambangan nikel yang beroperasi di wilayah Halmahera. Sherly Tjoanda tercatat sebagai pemegang saham terbesar, sementara saham lainnya dimiliki keluarga. Meski begitu, Sherly mengaku tidak lagi terlibat aktif dalam pengelolaan perusahaan sejak terjun ke dunia politik.
d. PT Amazing Tabara
Bisnis milik Sherly Tjoanda juga mencakup sektor pertambangan emas melalui PT Amazing Tabara. Ia disebut memiliki mayoritas saham di perusahaan tersebut. Namun, izin usaha pertambangan perusahaan ini sempat dicabut oleh pemerintah beberapa tahun lalu.
e. PT Indonesia Mas Mulia
Sherly Tjoanda juga diduga memiliki kepemilikan saham di PT Indonesia Mas Mulia. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan emas dan tembaga yang beroperasi di Halmahera Selatan. Luas konsesi tambangnya mencapai ribuan hektare.
f. PT Bela Sarana Permai
PT Bela Sarana Permai merupakan perusahaan tambang pasir besi dan mineral yang saham mayoritasnya dimiliki Sherly. Perusahaan ini memegang konsesi di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Aktivitas perusahaan sempat menjadi perhatian publik karena lokasi konsesinya berdekatan dengan permukiman warga.
g. Bisnis pelayaran dan perikanan
Selain pertambangan, bisnis milik Sherly Tjoanda juga merambah sektor pelayaran melalui Bela Shipping. Perusahaan ini fokus pada jasa pengiriman barang antarpulau di kawasan timur Indonesia. Sherly juga mengelola bisnis pengolahan ikan tuna berbasis teknologi cold storage yang menyasar pasar ekspor.
Ragam lini usaha tersebut menunjukkan bahwa bisnis milik Sherly Tjoanda tidak hanya terpusat pada satu sektor. Diversifikasi ini membuat sumber penghasilannya relatif stabil dan bernilai besar. Tak heran jika ia kemudian disebut sebagai salah satu kepala daerah dengan kekayaan tertinggi di Indonesia.