Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komisaris Pertamina Apresiasi Program Desa Energi Berdikari di Bali
PT Pertamina (Persero) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satunya lewat program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. (dok. Pertamina)
  • Pertamina melalui program Desa Energi Berdikari di Bali menghadirkan sistem pengairan berbasis energi terbarukan yang mampu mengairi 103 hektare lahan dan menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.
  • Program Uma Palak Lestari meningkatkan produktivitas padi dari 5,5 menjadi 7,5 ton per hektare, menghemat biaya listrik Rp44 juta per tahun, serta menaikkan pendapatan petani termasuk 24 petani perempuan.
  • Selain pertanian, kawasan ini dikembangkan menjadi ekowisata dan eduwisata yang menarik 72 ribu wisatawan dan menghasilkan pendapatan masyarakat sekitar Rp64 juta per tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program Desa Energi Berdikari Pertamina di Bali, bernama Uma Palak Lestari, mengintegrasikan energi baru terbarukan dengan pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  • Who?
    Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang dan Komisaris Independen Condro Kirono meninjau program yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai bersama kelompok tani setempat.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, mencakup lahan pertanian sekitar 103 hektare serta area ekowisata dan eduwisata masyarakat.
  • When?
    Kunjungan Komisaris Pertamina dilakukan pada akhir Mei, sementara program Uma Palak Lestari telah berjalan sejak tahun 2021 hingga kini.
  • Why?
    Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian energi dan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan energi bersih serta peningkatan produktivitas pertanian lokal.
  • How?
    Pertamina menghadirkan sistem pengairan berbasis Renewable Battery Technology dan mikrohidro, menyediakan pelatihan pertanian organik, serta mengembangkan fasilitas ekowisata untuk menambah pendapatan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satunya lewat program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.

Program binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai tersebut mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pengembangan pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan program tersebut turut mendapat apresiasi dari Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, dan Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, yang meninjau langsung lokasi program pada akhir Mei lalu.

1. Bantu atasi persoalan air untuk pertanian

PT Pertamina (Persero) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satunya lewat program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. (dok. Pertamina)

Sebelum program berjalan, petani di kawasan tersebut menghadapi keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau panjang yang berdampak pada hasil panen.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pertamina menghadirkan sistem pengairan yang didukung pembangkit energi berbasis Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp.

Pemanfaatan energi bersih tersebut mampu mengairi sekitar 103 hektare lahan pertanian sekaligus menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.

Program ini juga didukung teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik seperti traktor dan mesin penggiling padi.

Selain itu, Pertamina membangun fasilitas Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.

2. Produktivitas petani meningkat, penghasilan ikut bertambah

PT Pertamina (Persero) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satunya lewat program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. (dok. Pertamina)

Program Uma Palak Lestari telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan.

Dari sisi ekonomi, program tersebut membantu menghemat biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun serta meningkatkan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.

Selain itu, lahan seluas 5 hektare juga dikembangkan menjadi area budidaya padi organik varietas Mentik Susu yang mampu menghasilkan omzet sekitar Rp476 juta per tahun.

Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, menilai program tersebut menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan sektor pertanian dan energi mandiri.

“Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik.

Ia berharap model serupa dapat diterapkan di berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya.

“Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” tambahnya.

3. Kembangkan ekowisata dan eduwisata berbasis masyarakat

PT Pertamina (Persero) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satunya lewat program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. (dok. Pertamina)

Selain mendukung sektor pertanian, program Uma Palak Lestari juga mengembangkan kawasan ekowisata dan eduwisata yang melibatkan masyarakat setempat. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, hingga area camping ground.

Kawasan ini disebut telah menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara dan menghasilkan pendapatan masyarakat hingga Rp64 juta per tahun. Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, menegaskan program TJSL harus mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.

“Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” ujarnya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, juga mengapresiasi dukungan Pertamina yang dinilai telah membantu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat sejak program berjalan pada 2021.

“Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terima kasih kepada Pertamina,” tutupnya. (WEB)

Topics

Editorial Team

Related Article