Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menabung Sedikit demi Sedikit vs Langsung Banyak, Efektif Mana?

Menabung Sedikit demi Sedikit vs Langsung Banyak, Efektif Mana?
ilustrasi catatan tabungan (pexels.com/Bich Tran)
Intinya Sih
  • Jangan sampai salah strategi dalam menabung bikin tujuan keuanganmu tidak tercapai.

  • Mau pakai metode menabung besar dan cepat atau kecil tapi lama tetap sama-sama butuh waktu.

  • Mau menabung sedikit demi sedikit vs langsung banyak, sesuaikan dengan gaya hidup dan pola keuanganmu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya semangat menabung tentu baik sekali. Daripada seluruh pendapatan selalu dihabiskan, kamu bingung setiap ada kebutuhan di luar perkiraan. Semua orang perlu tabungan. Apalagi jika dirimu telah berkeluarga.

Lebih banyak tanggungan, semestinya lebih banyak juga saldo tabungan supaya hati tenang. Namun, kamu yang baru akan memulai kebiasaan menabung atau belum lama melakukannya barangkali masih bimbang. Bukan soal penting atau tidaknya menabung.

Akan tetapi, mana cara yang paling efektif untuk menyisihkan uang? Menabung sedikit demi sedikit vs langsung banyak? Jangan sampai salah strategi dalam menabung bikin tujuan keuanganmu tidak tercapai. Atau menabung terasa berat sekali. Yuk, baca sampai selesai supaya kamu tahu baiknya seperti apa!

1. Tergantung pendapatan vs kebutuhan

uang
ilustrasi uang (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kebiasaan menabungnya memang wajib dibangun. Namun, tidak ada batasan pasti tentang berapa uang yang kudu masuk ke tabungan. Kamu mungkin sering mendengar metode 50:30:20.

Angka 20 persen dari pemasukan buat pos tabungan. Kalau dirimu bisa menabung segitu, tentu bagus. Akan tetapi, sering kali nilainya menjadi terlalu besar buat orang dengan penghasilan minim sementara kebutuhannya banyak.

Orang dengan upah minimum, tapi telah berkeluarga dan punya anak pun, boleh jadi sulit menabung sampai 20 persen dari penghasilannya. Oleh sebab itu, orang per orang sangat boleh menabung dalam jumlah yang berbeda. Bahkan dari satu bulan ke bulan lain gak sama pun tak masalah.

Misalnya, bulan ini kebutuhan sebatas yang rutin sehingga kamu dapat menabung cukup banyak. Bila bulan depan kebutuhan naik, seperti tiba waktunya membayar uang sekolah anak, jatah tabungan bisa dikurangi. Terpenting tetap menabung daripada tidak sama sekali.

2. Lihat target yang ingin dicapai

sisa uang
ilustrasi sisa uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Idealnya, jika target keuangan yang ingin dicapai gede, setoran tabungan juga besar. Dengan begitu, tujuan bisa tercapai tepat waktu. Bila setorannya kecil, impian menjadi terlalu lama terwujud.

Hanya saja, kembali ke kondisi keuanganmu. Bila itu tidak memungkinkan, berarti tetap pakai aturan setoran semampumu saja seperti dalam poin pertama. Sementara itu, target menabung yang lebih sederhana juga tak berarti setoran selalu lebih kecil dari target besar.

Contoh, menabung buat beli tiket konser seharga 2 juta rupiah jelas beda jauh dengan menabung buat DP rumah senilai 35 juta rupiah. Akan tetapi, bila setoran untuk membeli tiket konser terlalu kecil, nanti keburu tiket habis atau konsernya sudah berakhir. Makin mepet waktu konser, makin cepat kamu kudu mengumpulkan uangnya.

3. Kenali sifatmu, sabar proses panjang atau tidak

celengan koin
ilustrasi celengan koin (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Setiap orang punya sifat berbeda-beda, termasuk dalam hal menabung. Ada orang yang sabar sekali mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sampai keinginannya tercapai. Seperti lansia yang menabung sekian puluh tahun dari hasil berdagang kecil-kecilan supaya bisa berhaji.

Akan tetapi, gak aneh juga apabila dirimu tidak dapat sesabar itu. Jangka waktu menabung yang terlalu lama malah menggerus semangatmu. Tandanya, semangat nabung rutin cuma bertahan beberapa bulan.

Setelahnya, kebiasaan menabung tidak konsisten baik dalam jumlah maupun waktu. Januari nabung, Februari gak, Maret nabung tapi sedikit sekali, April malah tabungannya dipakai buat hal lain, dan seterusnya. Kamu kudu paham mengenai ketahananmu dalam menabung supaya sukses menjalankannya.

4. Antisipasi godaan di tengah jalan

menghitung uang
ilustrasu menghitung uang (pexels.com/Yan Krukau)

Mau pakai metode menabung besar dan cepat atau kecil tapi lama tetap sama-sama butuh waktu. Artinya, godaan di tengah proses menabung bisa muncul kapan pun. Misalnya, dirimu menabung langsung banyak dengan harapan target lebih cepat terkejar.

Akan tetapi, kamu gampang tergoda setiap melihat saldo gendut. Pasti muncul keinginan untuk menggunakan uang tersebut untuk hal lain. Pikirmu, toh gak semuanya diambil dan masih ada waktu buat nabung lagi.

Padahal, jika itu dilakukan, belum tentu dirimu dapat mengejar tujuan menabung. Demikian pula, menabung sedikit demi sedikit dalam waktu panjang bagi sebagian orang terlalu membosankan. Bila rasa bosan telanjur muncul, solusinya cuma cari hiburan sesaat dengan jalan membelanjakannya. Pahami titik lemahmu.

5. Juga kemungkinan target finansial basi

menabung
ilustrasi menabung (pexels.com/Dany Kurniawan)

Tujuan finansial yang bisa basi bukan hanya tiket konser. Beli rumah pun dalam beberapa situasi dapat kedaluwarsa. Contohnya, unit rumah yang ditawarkan hampir habis. Bila kamu menginginkan salah satunya, berarti harus super ngebut untuk setidaknya mendapatkan uang mukanya.

Telat nabung dan bikin target finansial basi juga kerap dialami oleh orang yang terlambat mempersiapkan tabungan pensiun. Pensiun umur 55 tahun, misalnya. Akan tetapi, dana pensiun baru disiapkan jelang usia 50 tahun.

Ketika masa pensiun datang, uang yang terkumpul belum seberapa. Gaji sudah berhenti total. Tabungan mungkin hanya dapat membiayai hidup 5 tahun lagi. Sementara masa hidupnya masih 20, bahkan 30 tahun lagi. Makin dini dana pensiun disiapkan sedikit demi sedikit di instrumen yang memberikan pertambahan nilai yang makin baik.

Apresiasi setinggi-tingginya buat kamu yang di usia muda dan baru saja kerja, tapi sudah punya semangat menabung. Lebih dari sekadar nabung buat mencapai sesuatu, sesungguhnya itu juga cara menghargai hasil kerja keras diri. Supaya peluhmu tak menguap begitu saja, pilih metode menabung yang tepat. Mau menabung sedikit demi sedikit vs langsung banyak, sesuaikan dengan gaya hidup dan pola keuanganmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More