Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi dekorasi Ramadan (pexels.com/Photo by EMİN GENCER)
Ilustrasi dekorasi Ramadan (pexels.com/Photo by EMİN GENCER)

Intinya sih...

  • Warna hijau dan gold kembali trending di bulan Ramadan.

  • Hijau simbol tenang dan religius, sedangkan gold kesan mewah dan berlimpah.

  • Visual Ramadan meningkatkan trust, tapi tetap sesuaikan dengan identitas brand.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan bukan cuma soal promo, tapi juga soal suasana. Begitu masuk bulan puasa, konsumen secara tidak sadar lebih responsif terhadap visual yang terasa “Ramadan banget”. Warna, dekorasi, dan nuansa toko bisa memengaruhi mood belanja lebih besar dari yang kamu kira.

Tahun ini, kombinasi hijau dan gold kembali mendominasi banyak kampanye. Dari banner online sampai etalase mal, dua warna ini terasa paling kuat membangun atmosfer religius sekaligus elegan. Kalau kamu punya bisnis, ini momen yang sayang banget dilewatkan.

1. Hijau: simbol tenang dan religius

ilustrasi belanja (pexels.com/Jack Sparrow)

Hijau secara psikologis identik dengan ketenangan, keseimbangan, dan spiritualitas. Dalam konteks Ramadan, warna ini terasa dekat dengan nuansa Islami dan kedamaian. Itulah kenapa banyak brand langsung beralih ke tone hijau saat masuk bulan puasa.

Buat toko offline, kamu bisa aplikasikan lewat backdrop, taplak meja, atau kemasan edisi Ramadan. Untuk toko online, cukup ubah template feed dan banner jadi dominan hijau lembut. Perubahan visual kecil bisa bikin toko terasa lebih relevan dengan momentum.

2. Gold: kesan mewah dan berlimpah

Ilustrasi dekorasi Ramadan (Tokopedia.com/decor tools)

Kalau hijau membawa rasa tenang, gold membawa rasa eksklusif. Warna emas sering diasosiasikan dengan kemewahan, keberkahan, dan perayaan. Mendekati Lebaran, nuansa gold makin terasa kuat karena orang mulai belanja untuk momen spesial.

Kombinasi hijau dan gold menciptakan keseimbangan antara spiritual dan selebrasi. Secara psikologis, ini memicu perasaan “siap merayakan”. Untuk bisnis hampers, fashion, atau kuliner premium, aksen gold bisa meningkatkan persepsi nilai tanpa harus menaikkan harga terlalu tinggi.

3. Visual ramadan meningkatkan trust

Ilustrasi dekorasi Ramadan (pexels.com/Photo by Thirdman)

Brand yang cepat menyesuaikan tema terlihat lebih responsif dan relevan. Konsumen cenderung merasa toko tersebut “ikut merayakan” bersama mereka. Ini membangun koneksi emosional yang sulit didapat dari sekadar diskon.

Visual yang konsisten juga meningkatkan trust. Toko yang tampilannya rapi dan tematik terlihat lebih serius dibanding yang tampil apa adanya. Di era digital, kesan pertama sering kali datang dari warna dan desain, bukan dari deskripsi produk.

4. Jangan asal ganti, tetap sesuai identitas brand

Ilustrasi dekorasi Ramadan (pexels.com/Devon Janse van Rensburg)

Meski hijau dan gold sedang tren, bukan berarti semua harus diubah total. Sesuaikan dengan identitas brand agar tidak terasa dipaksakan. Kalau brand kamu minimalis, gunakan tone hijau sage atau olive yang lebih soft.

Gold pun tidak harus mencolok. Bisa dalam bentuk garis tipis, frame, atau typography saja. Yang penting tetap konsisten dan tidak menghilangkan karakter asli tokomu.

5. Momentum Ramadan cuma setahun sekali

Ilustrasi dekorasi Ramadan (pexels.com/Photo by RDNE Stock project)

Ramadan adalah high season untuk banyak kategori bisnis. Dari fashion, makanan, sampai hampers, semuanya naik. Mengoptimalkan tampilan toko di periode ini bukan sekadar estetika, tapi strategi penjualan.

Kalau visualmu terasa lebih “hidup” dan sesuai suasana, peluang orang berhenti dan melihat produkmu lebih besar. Kadang keputusan beli dimulai dari rasa nyaman, bukan dari harga termurah.

Warna bukan sekadar hiasan, tapi alat komunikasi emosional. Hijau memberi rasa tenang dan religius, sementara gold memberi sentuhan perayaan dan kemewahan. Kombinasi keduanya kuat secara psikologis untuk menyambut Ramadan.

Kalau ingin toko terlihat relevan dan siap menyambut lonjakan pembeli, sekarang waktu yang tepat untuk ganti tema. Karena di momen seperti ini, yang cepat beradaptasi biasanya yang lebih dulu panen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team