Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ide Bisnis saat Lebaran yang Selalu Jadi Rebutan Pembeli Menjelang Hari Raya

Ilustrasi menjahit
Ilustrasi menjahit (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya sih...
  • Jasa penukaran uang: Bisnis musiman yang selalu ramai karena praktis dan cepat.
  • Jasa menjahit: Antrean panjang karena banyak orang baru sadar baju tidak pas menjelang Lebaran.
  • Menjual kue kering lebaran: Permintaan melonjak drastis H-7, bisnis konsumtif dan cepat habis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap mendekati Hari Raya, pola belanja masyarakat hampir selalu sama. Ada lonjakan kebutuhan yang sifatnya musiman, emosional, dan sering kali mendesak. Inilah momen di mana beberapa jenis bisnis tiba-tiba jadi rebutan pembeli, bahkan sampai kehabisan stok meski harga naik.

Menariknya, bisnis-bisnis ini terus ramai setiap tahun, tanpa perlu edukasi pasar dari nol. Permintaannya sudah terbentuk secara alami karena berkaitan langsung dengan tradisi, kebiasaan, dan kebutuhan Lebaran. Berikut jenis bisnis yang hampir selalu kebanjiran pembeli menjelang hari raya. Scroll dibawah ini!

1. Jasa penukaran uang

Ilustrasi menyerahkan uang
Ilustrasi menyerahkan uang (pexels.com/Karola G)

Menjelang Lebaran, kebutuhan uang pecahan kecil meningkat tajam untuk keperluan bagi-bagi THR. Meskipun bank menyediakan layanan resmi, jasa penukaran uang tetap ramai karena dianggap lebih praktis dan cepat.

Bisnis ini bersifat musiman tapi perputarannya cepat. Selama momen Lebaran masih identik dengan tradisi memberi, jasa penukaran uang akan terus dicari dan jadi rebutan.

2. Jasa menjahit

Ilustrasi menjahit
Ilustrasi menjahit (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Penjahit bukan hanya kebanjiran order jahit baju baru, tapi juga permak baju lama agar tetap layak dipakai saat Lebaran. Banyak orang baru sadar baju tidak pas ketika sudah mendekati hari H.

Karena waktunya mepet, jasa ini sering jadi rebutan. Penjahit yang rapi dan tepat waktu biasanya penuh antrean, bahkan harus menolak pesanan baru.

3. Menjual kue kering lebaran

Ilustrasi nastar
Ilustrasi nastar (www.erablue.id)

Kue kering menjadi salah satu simbol Lebaran yang nyaris wajib ada di setiap rumah. Nastar, kastengel, putri salju, dan aneka kue lainnya selalu dicari untuk suguhan tamu maupun hampers. Menjelang H-7, permintaan biasanya melonjak drastis, bahkan banyak pembeli rela masuk daftar tunggu.

Yang membuat bisnis ini selalu ramai adalah sifatnya yang konsumtif dan cepat habis. Banyak keluarga membeli lebih dari satu toples untuk berjaga-jaga. Selain itu, faktor nostalgia dan kebiasaan turun-temurun membuat kue kering sulit tergantikan oleh tren lain.

4. Bisnis hampers lebaran

Ilustrasi hampers
Ilustrasi hampers (pexels.com/Yahya Gopalani)

Tradisi mengirim hampers ke keluarga, relasi, atau atasan membuat bisnis ini selalu kebanjiran pesanan. Isi hampers bisa sederhana atau premium, tapi nilai utamanya ada pada gestur dan perhatian, bukan sekadar barang di dalamnya.

Menariknya, banyak pembeli baru memesan saat waktu sudah mepet. Inilah yang membuat hampers sering jadi rebutan, terutama untuk desain cantik dan stok terbatas. Bisnis ini juga fleksibel karena bisa menyesuaikan budget pembeli.

5. Bisnis di bidang transportasi dan jasa pengiriman

Ilustrasi transportasi umum
Ilustrasi transportasi umum (pexels.com/ubeyonroad)

Lonjakan mobilitas menjelang Lebaran membuat tiket transportasi dan jasa pengiriman jadi rebutan. Banyak orang rela berebut jadwal, bahkan memesan jauh hari demi pulang kampung atau mengirim barang.

Meskipun bukan bisnis yang bisa dimulai secara dadakan, sektor ini selalu menikmati lonjakan permintaan yang signifikan setiap tahun, menunjukkan betapa kuatnya dampak Lebaran terhadap pola konsumsi. Pertanyaannya, dari sekian banyak bisnis Lebaran yang selalu ramai ini, mana yang paling ingin kamu coba manfaatkan tahun ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Business

See More

Badan PBB Rilis Peta Jalan Perkuat Ekosistem E-Commerce Indonesia

14 Feb 2026, 07:29 WIBBusiness