Jakarta, IDN Times - Pemerintah Sri Lanka pada Senin (5/1/2026), menetapkan target ambisius untuk menarik 3 juta wisatawan asing sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat perekonomian nasional dan mempercepat pemulihan dari dampak Siklon Ditwah yang melanda negara tersebut pada akhir 2025.
Sektor pariwisata, yang menjadi salah satu penyumbang utama devisa negara, diharapkan kembali memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Pada 2025, Sri Lanka mencatat rekor 2,36 juta kedatangan wisatawan, angka tertinggi sejak sebelum krisis pandemi. Pemerintah menilai momentum positif ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal dan memulihkan kepercayaan investor setelah periode krisis alam dan ekonomi berkepanjangan.
