Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya: Direksi BEI yang Baru Mesti Bisa Berantas Saham Gorengan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung BEI Jakarta. (IDN Times/Pitoko)

Intinya sih...

  • Direksi BEI baru harus bisa berantas saham gorengan

  • Kriteria lain yang penting adalah insentif bagi pasar modal Indonesia

  • Purbaya tidak akan memberikan insentif sampai ada pemain saham gorengan yang berhasil ditangkap oleh OJK

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah kriteria direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu tidak lepas dari jelang berakhirnya kepemimpinan masa jabatan direksi BEI saat ini.

"Mereka harus bisa mengerti pasar dan bisa mengembangkan base dari investor retail dan institusi di sini," ujar Purbaya saat ditemui usai pembukaan perdagangan BEI 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

1. Berantas saham gorengan

Ilustrasi Saham. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, kriteria lain yang tidak kalah penting disampaikan Purbaya terhadap calon direksi BEI. Kriteria tersebut sejalan dengan perhatian Purbaya, yakni memberantas pemain saham-saham gorengan di pasar modal Indonesia.

"Yang paling penting adalah mereka harus punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," ujar Purbaya.

2. Insentif bagi pasar modal Indonesia

Ilustrasi insentif (IDN Times/Arief Rahmat)

Purbaya masih menyoroti tindakan yang akan dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dalam memberantas saham-saham gorengan di pasar modal Indonesia sebelum memberikan insentif.

"Tadi kan Pak Mahendra (Ketua DK OJK) sudah menyebutkan beberapa langkah yang disebutkan oleh dia. Saya akan lihat, akan nilai terus dia serius atau nggak," kata Purbaya.

3. Syarat pemberian insentif dari Purbaya

Ilustrasi Insentif. (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya pun menjelaskan, tidak akan memberikan insentif bagi pasar modal sampai ada pemain saham gorengan yang berhasil ditangkap oleh OJK.

"Mereka belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap," ujar dia.

Editorial Team