Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya Pede Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026, Gak Akan Sulit Dicapai
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Intinya sih...

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis ekonomi tumbuh 6 persen di 2026.

  • Purbaya menegaskan bahwa target tersebut tidak sulit dicapai dengan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.

  • Untuk mencapai target tersebut, Purbaya akan mendorong percepatan belanja K/L dan menjaga komunikasi berkelanjutan dengan Bank Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 6 persen bukan target yang sulit dicapai, seiring upaya menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter.

"Ya 2026 saya percaya dengan lebih sinkronnya kebijakan kita, 6 persen gak akan sulit dicapai," katanya dalam acara Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Purbaya menjelaskan dengan kebijakan yang lebih selaras, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut diyakini akan mulai terlihat. Dia menargetkan laju pertumbuhan sudah mendekati angka tersebut pada kuartal I-2026.

"Saya harapkan triwulan pertama udah mendekati ke arah sana," ujarnya.

Untuk mengejar target itu, Purbaya akan mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang selama ini cenderung berjalan lambat. Dia menyebut akan lebih aktif turun langsung untuk memastikan belanja pemerintah dapat terealisasi lebih cepat.

"Saya mesti kerja keliling-keliling nanti yang tadi Kementerian Lembaga yang biasanya belanjanya pelan, saya akan ya sikut-sikut sedikit biar kerja," tutur Purbaya.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan otoritas moneter, dalam hal ini Bank Indonesia (BI). Dia menyebut pemerintah terus berdiskusi dengan bank sentral guna menyamakan pandangan.

"Itu emang kita mesti diskusi terus dengan pengambil kebijakan moneter," kata Purbaya.

Editorial Team