Jakarta, IDN Times — Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memberi sinyal proses pergantian posisi antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung akan rampung sebelum Februari.
“Kayaknya sebelum Februari sudah kejadian,” ujar Purbaya saat ditemui di sela-sela makan siang di Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah menguatnya isu tukar posisi di sektor ekonomi. Juda Agung diketahui telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono disebut-sebut diajukan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI.
Purbaya mengatakan, dia telah bertemu dan berdiskusi dengan Juda Agung tentang kondisi serta arah perekonomian nasional. Namun, kata dia, pertemuan tersebut tidak secara khusus membahas pengisian jabatan maupun alasan pengunduran diri.
“Ya, diskusi ekonomi saja. Kondisi ekonomi seperti apa, pandangan dia apa,” kata Purbaya.
Saat ditanya mengenai kecocokan Juda Agung untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan, Purbaya menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Meski demikian, kata dia, menilai Juda Agung memiliki kapasitas yang memadai dari sisi kompetensi ekonomi.
“Itu tergantung Presiden. Tapi kalau dari kemampuan ekonomi, cukuplah,” ujar dia.
Purbaya juga enggan mengomentari alasan mundurnya Juda Agung dari Bank Indonesia. Menurut dia, keputusan tersebut merupakan urusan pribadi yang bersangkutan.
“Gak, itu urusan dia, bukan urusan saya,” kata dia.
Meski demikian, Purbaya menyinggung bahwa masa jabatan Juda Agung di Bank Indonesia tinggal sekitar satu tahun lagi. Kondisi itu, kata dia, membuat diskusi mengenai langkah ke depan menjadi relevan.
“Cuman kelihatannya dia setahun lagi, ya, tinggal setahun lagi. Jadi mungkin diskusi itu kelihatannya menarik juga untuk dia berpikir-pikir,” kata Purbaya.
Purbaya mengatakan, dirinya tidak berada pada posisi untuk menjelaskan keputusan pribadi Juda Agung tentang masa depannya di Bank Indonesia.
