Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya soal Market RI Positif usai AS Ambil Alih Venezuela: Agak Aneh
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung BEI Jakarta. (IDN Times/Pitoko)

Intinya sih...

  • Indonesia harus jaga kekuatan sendiri Menanggapi potensi dampak konflik global terhadap Indonesia, Purbaya menilai situasi tersebut relatif jauh dari Tanah Air. Karena itu, dia menekankan pentingnya Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara kekuatan nasionalnya sendiri.

  • Purbaya soroti melemahnya peran PBB Purbaya menilai tatanan hukum global kian melemah, menyusul langkah AS mengambil alih pengelolaan Venezuela. Menurutnya, dalam situasi global saat ini, hukum internasional terlihat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak Amerika Serikat (AS) mengambil alih pengelolaan Venezuela terhadap perekonomian Indonesia relatif terbatas.

Dia mengamati respons pasar keuangan yang justru bergerak positif di tengah dinamika tersebut. Menurutnya, penguatan pasar saham menunjukkan pelaku pasar tidak memandang situasi itu sebagai sentimen negatif.

"Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan? Jadi market melihat justru sedikit positif kan? Agak aneh sebetulnya. Tapi itu yang dilihat pasar," ujarnya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

1. Indonesia harus jaga kekuatan sendiri

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Menanggapi potensi dampak konflik global terhadap Indonesia, Purbaya menilai situasi tersebut relatif jauh dari Tanah Air. Karena itu, dia menekankan pentingnya Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara kekuatan nasionalnya sendiri.

"Itu kan jauh dari negara kita. Anda maunya ngapa? Apa yang kita siapin? Jadi gini, artinya kita mesti selalu memelihara kekuatan kita, itu aja," ujarnya.

2. Purbaya soroti melemahnya peran PBB

Bendera-bendera di depan markas besar PBB

Purbaya menilai tatanan hukum global kian melemah, menyusul langkah AS mengambil alih pengelolaan Venezuela. Menurutnya, dalam situasi global saat ini, hukum internasional terlihat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dia menilai, negara berdaulat dapat diserang oleh negara lain begitu saja. Itu, menurutnya, mencerminkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang semakin lemah dalam menjaga tata hukum dunia.

"Gua ekonom boleh ngomong gini enggak? hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat, negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat, dan seperti bisa get away dari pengawasan PBB. Jadi PBB-nya amat lemah sekarang," katanya.

3. AS klaim kelola Venezuela sementara

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berikan keterangan tentang penangkapan Nicolas Maduro. (Youtube/The White House)

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan AS akan mengelola Venezuela untuk sementara waktu. Dalam pidatonya, Trump menyebut langkah itu dilakukan hingga Venezuela dapat menjalani proses transisi kekuasaan secara aman dan tertata.

Trump mengatakan, pemerintah AS tidak ingin keterlibatan tersebut berujung pada munculnya kepemimpinan baru yang justru mengulang persoalan lama. Karena itu, AS akan menjalankan pengelolaan negara tersebut sampai proses transisi dinilai berjalan dengan baik.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidato yang dikutip dari BBC, Sabtu (3/1/2026). Trump juga menegaskan, langkah AS bertujuan untuk mendorong perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela.

Editorial Team